Rabu, 17 Jun 2026 18:57 WIB

Wabah Virus Corona

Kampus di Kota Kediri ini Bagikan 4000 Botol Hand Sanitizer dan Jamu

Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kota Kediri membagikan hand sanitizer dan jamu gratis kepada masyarakat
Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kota Kediri membagikan hand sanitizer dan jamu gratis kepada masyarakat

jatimnow.com - Untuk membantu pencegahan Virus Corona (Covid-19), Institut Ilmu Kesehatan (IIK) Bhakti Wiyata Kota Kediri memproduksi hand sanitizer serta jamu penambah imunitas. 2000 botol hand sanitizer dan 2000 botol jamu telah mereka produksi.

"Awal mulanya ini kegiatan dana hibah yayasan untuk Prodi Farmasi. Namun dari pimpinan ada masukan untuk memperluas cakupan ke warga Kota Kediri karena minimnya stok cairan pembersih," kata Kepala Laboratorium Farmasetika IIK, Munifatul Lailita, Kamis (2/4/2020).

Baca Juga: Warga Kediri Serbu Perahu Tambang Imbas Penutupan Jembatan Kaliombo I

Sementara Kepala Pusat Kerjasama dan Hubungan Masyarakat IIK Bhakti Wiyata Eko Yudha Prasetyo menyebut bahwa pembagian jamu herbal ini merupakan bentuk kontribusi mereka kepada masyarakat.

"Hari Jumat lalu kita sudah membagikan 300 jamu. Hari Selasa ini kami salurkan melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dan akan dibagikan hingga jumlah yang kita produksi yaitu 2000 botol hand sanitizer," ujarnya.

Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kota Kediri membagikan hand sanitizer dan jamu gratis kepada masyarakatInstitut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kota Kediri membagikan hand sanitizer dan jamu gratis kepada masyarakat

Baca Juga: Ponpes Al Falah Kediri Ditetapkan Tuan Rumah Munas Alim Ulama dan Konbes NU

Eko memastikan bahwa produk hand sanitizer dan jamu yang diproduksi IIK Bhakti Wiyata terjamin keamanannya bagi masyarakat. Contohnya hand sainitizer mereka buat dua macam yaitu dari bahan alami dan alkohol.

"Komposisi gel hand sanitizer dari bahan kimia sudah sesuai dengan standar WHO dan formula gel hand sanitizer herbal sudah berdasarkan hasil riset dan penelitian Dosen Farmasi Bhakti Wiyata," jelasnya.

Sementara itu, untuk komposisi jamu herbal, Dosen Farmakognosi Fakultas Farmasi IIK Bhakti Wiyata Prihardini menambahkan, komposisinya terbuat dari temulawak, jahe, kunyit dan rempah-rempah pilihan.

Baca Juga: Kota Kediri Raih Opini WTP 12 Kali Berturut-turut, Ini Pesan Mbak Wali

"Negara kita kaya akan rempah-rempah, kita sengaja membuatnya dari rempah-rempah yang telah kita ramu dan uji sehingga aman dikonsumsi masyarakat," paparnya.

"Jamu kita terbuat dari bahan imunomodulator yang berkhasiat meningkatkan daya tahan tubuh seperti temulawak, kunyit, jahe, sereh dan kayu manis," tandas Prihardini.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.