Minggu, 21 Jun 2026 05:25 WIB

Wabah Virus Corona

BSN Revisi SNI tentang Sistem Manajemen Biorisiko Laboratorium

Petugas laboratorium
Petugas laboratorium

jatimnow.com - Badan Standardisasi Nasional (BSN) merevisi SNI 8340:2016 tentang sistem manajemen biorisiko laboratorium digantikan dengan SNI ISO 35001:2019 untuk menguji seseorang itu positif terkena Virus Corona (Covid-19).

Semakin banyaknya laboratorium yang bekerja dengan menggunakan bahan biologis berbahaya, dipastikan memiliki tingkat risiko tinggi baik risiko terhadap petugas laboratorium (biosafety) maupun terhadap keamanan mikrobiologi yang ditelitinya (biosecurity).

Baca Juga: CCTV hingga Rasio Pengasuh, Begini Standar Baru Daycare dari BSN

Direktur Pengembangan Standar Agro, Kimia, Kesehatan, dan Halal, Wahyu Purbowasito mengatakan BSN sedang merevisi SNI 8340:2016 dan organisasi terkait lainnya yang merupakan hasil adopsi identik dari ISO 35001:2019 Biorisiko management for laboratories and other related organizations, dengan metode terjemahan dalam bahasa Indonesia.

"Saat ini proses revisi SNI 8340 sudah sampai pada tahap akhir yakni jajak pendapat. Ini dilakukan supaya standar harmonis dengan standar internasional dan mengikuti high level structure standar sistem managemen mutu. Ruang lingkup standar yang disusun oleh Komite Teknis 13-09 Biosafety and Biosecurity mengatur persyaratan yang diperlukan untuk mengendalikan risiko terkait dengan penanganan atau penyimpanan dan pembuangan agen biologis dan toksin di laboratorium dan fasilitas laboratorium," ujar Wahyu di Jakarta dalam siaran pers yang diterima redaksi, Jumat (27/3/2020).

Standar ini, lanjut Wahyu akan memungkinkan organisasi untuk membangun dan memelihara sistem manajemen biorisiko guna mengendalikan atau meminimalkan risiko yang dapat diterima oleh karyawan, masyarakat dan orang lain.

Serta lingkungan yang bisa secara langsung atau tidak langsung terkena agen biologis atau racun; memberikan jaminan bahwa persyaratan tersedia dan diimplementasikan secara efektif; mencapai sertifikasi atau verifikasi dari sistem manajemen biorisiko oleh pihak ketiga yang independen.

Serta menyediakan kerangka kerja yang dapat digunakan sebagai dasar untuk pelatihan dan peningkatan kesadaran pada panduan laboratorium biosafety dan biosecurity serta praktik terbaik dalam komunitas ilmiah.

Pada prinsipnya SNI 8340 sama dengan SNI ISO 35001, dengan penekanan pada manajemen risiko dan perubahan ke penataan klausul dengan menggunakan kerangka (high level structure=HLS) yang dianut dalam sistem manajemen lain.

Baca Juga: BSN Rilis Aturan Main Baru SNI Genting demi Program Gentingisasi Nasional

Standar baru ini menggunakan HLS yang sama dengan sistem manajemen lainnya seperti SNI ISO 9001, SNI ISO 27001 sehingga memungkinkan penerap melakukan integrasi dokumen dengan sistem manajemen yang lain yang diterapkan .

Terkait bahan biologis dalam SNI 8340:2016, Wahyu menjelaskan yang dimaksud bahan biologi berbahaya (biohazard) adalah sumber bahaya yang potensial yang disebabkan oleh agen biologis atau toksin.

Sementara, agen biologi yakni setiap mikroorganisme di dalamnya termasuk virus (misalnya SARS-Cov2), baik yang masih alami maupun yang telah dimodifikasi secara genetik, kultur sel dan endoparasit, yang mungkin dapat menimbulkan infeksi, alergi atau keracunan pada manusia dan atau hewan dan atau tanaman.

Agen biologis tersebut dapat berupa darah, sekresi, atau jaringan yang berasal dari manusia, hewan atau sumber lain.

Baca Juga: BSN Perkuat Posisi RI di Forum Standar Keramik Internasional

"Semisal jika dikaitkan dengan Covid-19, seseorang yang ingin mengetahui ia terinfeksi atau tidak, kemudian memeriksakan diri ke laboratorium yang sudah menerapkan SNI 8340:2016. Maka laboratorium tersebut sudah memantau dan mengendalikan risiko terkait Covid-19 karena ada risiko bahan biologi berbahaya di sini yaitu darah atau sekresi orang yang akan diperiksa tadi. Nah, cara-cara penanganan darah orang itu diatur di SNI ini," papar Wahyu.

Dengan menerapkan SNI 8340:2016 ini, Wahyu berharap laboratorium dapat mengelola risiko melalui strategi penilaian risiko untuk mengidentifikasi potensi bahaya, tingkat keparahan dan konsekuensinya, proses mitigasi atau pengendaliannya, dan implementasi langkah-langkah pengendaliannya.

Sebagai informasi, saat ini sudah terdapat lembaga penilaian kesesuaian (LPK) yang dapat mensertifikasi laboratorium yang menerapkan standar yang terakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) yaitu Global Solusi Biorisiko.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.