Rabu, 22 Jul 2026 09:33 WIB

BSN Rilis Aturan Main Baru SNI Genting demi Program Gentingisasi Nasional

  • Penulis : Ali Masduki
  • | Selasa, 10 Mar 2026 14:44 WIB
BSN siapkan 15 Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk dukung program "gentingisasi" Presiden Prabowo, pastikan atap rumah rakyat aman, sejuk, dan tahan cuaca. (Foto: Ilustrasi/Gemini)
BSN siapkan 15 Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk dukung program "gentingisasi" Presiden Prabowo, pastikan atap rumah rakyat aman, sejuk, dan tahan cuaca. (Foto: Ilustrasi/Gemini)

jatimnow.com - Badan Standardisasi Nasional (BSN) bergerak cepat mendukung gagasan Presiden Prabowo Subianto terkait program "gentingisasi". Sebagai langkah awal, BSN telah menetapkan 15 Standar Nasional Indonesia (SNI) sebagai acuan kualitas penutup atap rumah guna menjamin keamanan dan kenyamanan hunian masyarakat.

Kebijakan ini merupakan respons atas visi Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang bertujuan menciptakan lingkungan pemukiman yang lebih sejuk dan tertata.

Baca Juga: CCTV hingga Rasio Pengasuh, Begini Standar Baru Daycare dari BSN

Dengan adanya standar baku, pemerintah daerah dan produsen memiliki rujukan jelas dalam menyediakan material bangunan yang mumpuni.

Deputi Bidang Pengembangan Standar BSN, Hendro Kusumo, mengungkapkan bahwa meski penerapan SNI genting saat ini masih bersifat sukarela, keberadaannya sangat krusial sebagai filter kualitas di pasar.

"SNI genting hadir untuk memastikan produk yang sampai ke tangan masyarakat memiliki jaminan mutu, keamanan, dan keselamatan," ujar Hendro di Jakarta, Selasa (10/3/2026).

Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Sosialisasi Kecelakaan Kerja dan MLT

Salah satu terobosan terbaru adalah penetapan SNI 9360:2025 tentang Genting Keramik. Aturan ini memperbarui standar lama dengan parameter pengujian yang lebih ketat, mencakup daya serap air, kekuatan patah, hingga ketepatan ukuran.

Hendro memerinci, salah satu poin utama dalam pengujian adalah simulasi hujan selama dua jam. "Genting dinyatakan memenuhi syarat jika tidak ada tetesan air di bagian bawah dan tingkat kelembapan permukaan bawahnya tidak lebih dari 25%," tambahnya.

Hingga saat ini, data Sistem Barang Ber-SNI (Bangbeni) mencatat baru enam pelaku usaha yang resmi menerapkan standar tersebut.

Baca Juga: Ansor Lenteng dan Haswal Bangun Rumah untuk Warga Miskin

BSN mendorong lebih banyak produsen untuk melakukan sertifikasi melalui enam Lembaga Penilaian Kesesuaian (LPK) yang telah terakreditasi Komite Akreditasi Nasional (KAN).

Langkah standarisasi ini diharapkan tidak hanya mempercantik estetika bangunan secara nasional, tetapi juga meningkatkan daya saing industri genting lokal di tengah masifnya program pembangunan hunian layak bagi rakyat.

Editor : Ni'am Kurniawan
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.