Kamis, 18 Jun 2026 10:31 WIB

Ngaku Dukun Pengganda Uang, Penjual Nasi Kuning ini Embat Rp 297 Juta

  • Penulis : Moch Rois
  • | Kamis, 19 Mar 2020 14:01 WIB
Pelaku tunjukkan cara penggandaan uang dan emas di depan polisi
Pelaku tunjukkan cara penggandaan uang dan emas di depan polisi

jatimnow.com - Seorang penjual nasi kuning yang mengaku dukun pengobatan alternatif dan bisa menggandakan uang serta emas dibekuk Satreskrim Polres Pasuruan.

Pelaku adalah Eka Surya Darma (42), warga Dusun Sukorejo, Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan.

Baca Juga: Sengketa Lahan TNI AL dan Warga 10 Desa Pasuruan Temui Titik Terang di DPR RI

"Pelaku kami tangkap karena melakukan penipuan berkedok dukun pengobatan alternatif yang bisa menggandakan uang dan emas," jelas Wakapolres Pasuruan, Kompol Hendy Kurniawan, Kamis (19/3/2020).

Modus pelaku terbongkar setelah polisi menerima laporan korban yang bernama Riski Dwi (28), warga Dusun Kedawung, Desa Tunggulwulung, Kecamatan Pandaan.

Menurut Hendy, korban dan pelaku bertemu pada 7 Januari 2019 lalu. Dalam pertemuan itu, korban tertarik dengan pelaku yang menyebut dirinya bisa menggandakan uang dan emas dengan ritual yang dimilikinya.

Korban yang tertarik kemudian mengeluarkan harta Rp 297 juta secara bertahap. Dengan rincian uang tunai Rp 150 juta dan emas 454 gram.

Baca Juga: Sindikat Mobil Bodong dan STNK Palsu Jaringan Pasuruan-Surabaya Dibongkar

"Lokasi tempat ritual penggandaan ini berada di kamar kusus di rumah korban, semua harta korban dimasukkan ke dalam beberapa kardus, lalu diberi penutup kain," ungkapnya.

Selang beberapa bulan, tepatnya 22 Oktober 2020, korban yang tidak sabar membuka kain penutup itu menemukan uangnya berubah jadi sobekan koran dan perhiasan emasnya jadi emas palsu.

"Korban pun langsung menanyakan kenapa uang dan emasnya berubah kepada korban. Namun dijawab, hal itu lantaran korban membuka kardus tanpa seizin pelaku," paparnya.

"Kami menemukan barang bukti perhiasan emas palsu lain di rumah pelaku, yang serupa dengan emas palsu di lokasi kejadian. Diketahui juga usai ritual, pelaku membawa tas ransel saat masuk dan pulang dari kamar ritual," imbuhnya.

Baca Juga: Akal Bulus Komplotan Penipu di Gresik Bikin Sales Susu UHT Asal Kediri Rugi Puluhan Juta

Polisi menduga jika emas dan uang milik korban telah dihabiskan oleh pelaku. Namun pelaku masih berkelit.

"Kata pelaku, uang dan emas itu telah dibawa Kanjeng Ratu Kidul," pungkasnya.

Pelaku sendiri dijerat Pasal 378 dan atau 372 KUHP tentang penipuan penggelapan, dengan ancaman penjara maksimal 4 tahun.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.