Jumat, 19 Jun 2026 00:34 WIB

Ini Ketentuan RS Unair Terkait Pelayanan Gratis Pemeriksaan Corona

Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) Surabaya
Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) Surabaya

jatimnow.com - Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) Surabaya menyebut kriteria pasien yang terpapar Virus Corona (Covid-19) untuk mendapat pelayanan gratis di Poli Khusus di rumah sakit tersebut.

Pelayanan gratis itu merupakan kerjasama antara Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dengan RSUA yang menjadi salah satu rumah sakit rujukan penanganan pasien Covid-19.

Baca Juga: KAI Luncurkan Kereta Api New Generation, Berikut Spesifikasinya

Direktur RSUA, Prof Nasronuddin mengatakan pelayanan gratis yang bertujuan untuk membantu masyarakat Surabaya untuk dapat diperiksa terkait antisipasi Virus Corona itu merupakan gagasan cemerlang.

"Namun, demikian gagasan tersebut tidak serta merta semua orang datang kemudian diperiksa dan free. Jadi ada ketentuan yang dilakukan pemeriksaan dan free itu adalah orang Surabaya, terdapat faktor resiko, ada keluhan dan gejala. Ada riwayat dari daerah endimes atau pandemi ataupun yang telah berkontak dengan penderita," terangnya, Senin (16/3/2020).

Baca Juga: Pengurusan KTP Surabaya Mendadak Ramai Jelang Coblosan, 4 Hari Ada 7.549 Pemohon

Direktur RSUA, Prof Nasronuddin (dua dari kanan)

Ia mengatakan di luar dari ketetapan tersebut berarti tidak free dan pihaknya membuat ketegasan bahwa bagi yang membayar sendiri maupun dilayani asuransi harus membuat surat pernyataan.

"Jika di luar dari ketentuan itu maka tidak free. Jadi mohon disadari bahwa free itu tidak serta merta agar kami pun sebagai petugas bisa bekerja dengan baik dan tidak ada simpang-siur dikemudian hari," jelasnya.

Baca Juga: One Day Service jadi Program Unggulan Perumda Delta Tirta Sidoarjo di Tahun 2024

Ia mengatakan bahwa standard pelayanan yang digunakannya dalam melakukan pemeriksaan tersebut adalah dilayani administrasi, di screening, kemudian ditetapkan statusnya apakah masuk pasien dalam pengawasan (PDP) atau orang dalam pemantauan (ODP).

"Kemudian kalau masuk di dalam ODP itu ditawarkan apakah observasi mandiri di rumah atau observasi di rumah sakit. Namun, PDP memang kita anjurkan untuk opname karena itu perlu adanya pemantauan dan pengawasan yang lebih ketat," tandas Nasronuddin.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.