Jumat, 19 Jun 2026 19:03 WIB

Pasien Corona yang Meninggal di Solo Dipastikan Warga Magetan

Bupati Magetan, Suprawoto memberikan keterangan pers di rumah dinas
Bupati Magetan, Suprawoto memberikan keterangan pers di rumah dinas

jatimnow.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan memastikan belum menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) pasca meninggalnya seorang pasien positif Corona di Solo, Jawa Tengah yang dimakamkan di Magetan.

"Di Kabupaten Magetan sendiri masih sangat kondusif. Memang yang meninggal warga Magetan tapi terkenanya bukan di sini," kata Bupati Magetan, Suprawoto, Sabtu (14/3/2020).

Baca Juga: Gubernur Khofifah Lantik Bupati Magetan, 3 Program Prioritas Menanti

Baca juga: Satu Pasien Corona Meninggal di Solo, Gubernur Jatim: Tak Perlu Panik

Ia menjelaskan jika penetapan KLB itu ada syaratnya. Suprawoto meng klaim jika saat ini kondisi Magetan masih jauh dari syarat untuk ditetapkan KLB.

"KLB itu ada syaratnya. Kita masih pelajari nampaknya belum mengarah ke situ, tapi kewaspadaan kita jaga,” ujarnya di rumah dinas bupati.

Baca Juga: Golkar Jatim Siapkan Kegiatan Sambut Ramadan, Pengurus Daerah Wajib Tahu

Dia mengatakan jika pemerintah saat ini telah mengambil langkah penanganan agar kasus virus corona tidak merebak di Magetan.

Masyarakat diharapkan lebih meningkatkan cara hidup sehat dengan menjaga kondisi tubuh dan sering melakukan cuci tangan serta menjaga kebersihan lingkungan.

"Corona berbahaya, tetapi ada penyakit yang jauh lebih berbahaya seperti SARS tahun 2003 itu (kematian) 11 persen, kemudian MERS 2012 itu 37 persen dan corona ini masih 2 hingga 3 persen,” ucapnya.

Baca Juga: Menkes Perkirakan Pandemi Covid-19 Berubah jadi Endemi

Pasien Rumah Sakit Umum Daerah (RDUD) Dr Moewardi Solo itu berusia 59 itu sebelumnya dirujuk pada tanggal 8 Maret 2020.

Pasien dinyatakan positif terjangkit virus corona (covid-19) dan meninggal pada Rabu (11/3/2020). 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.