Senin, 22 Jun 2026 10:36 WIB

Diduga Culik Anak Majikan di Malaysia, Pasutri asal Pasuruan Diamankan

  • Penulis : Moch Rois
  • | Rabu, 11 Mar 2020 19:57 WIB
Ilustrasi/jatimnow.com
Ilustrasi/jatimnow.com

jatimnow.com - Polda Jatim dan Polres Pasuruan Kota mengamankan pasangan suami istri (pasutri) karena diduga terlibat penculikan anak berumur 3 tahun dari Selangor, Malaysia.

Pasutri yang bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Negara Malaysia itu adalah Solikin dan Anita, warga Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan yang membawa lari anak itu sejak Desember 2019 lalu.

Baca Juga: Polda Jatim Bongkar Sindikat Jual Beli OTP Ilegal, Untung Hingga Rp1,2 Miliar

"Dugaan penculikan anak berumur 3 tahun yang dilakukan AW dan S ini, diperkirakan dilakukan Desember 2019 lalu. Anak tersebut dibawa ke sini (Indonesia) melalui Selangor (Malaysia) oleh mereka," jelas Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan, Rabu (11/3/2020).

Menurutnya, alasan pasutri tersebut membawa selama 4 bulan itu untuk dijadikan 'pancingan' agar segera dikaruniai anak karena mereka belum dikaruniai sejak 7 tahun menikah.

"Alasan sementara, untuk pancingan karena setelah 7 tahun menikah belum memiliki anak," ungkap Luki.

Mudahnya Solikin dan Anita ini membawa kabur anak tersebut dari pelukan kedua orangtuanya (korban) tanpa curiga sedikit pun karena mereka yang sehari-hari bertugas mengasuh anak korban.

Upaya kontak telepon disebut-sebut sudah dilakukan oleh si orang tua kandung anak tersebut (korban). Namun selang beberapa waktu, kedua terduga penculik ini memblokir nomor ponsel korban.

"Atas dasar itulah, orangtua si anak ini (korban), melaporkan kasus tersebut ke PDM (Polis Diraja Malaysia), yang kemudian diteruskan ke kedutaan, selanjutnya diteruskan pada kepolisian," ujarnya.

Baca Juga: Polda Jatim Ringkus 11 Tersangka Sindikat Penipuan Segitiga Jual Beli Mobil

Mendapat laporan, polisi melakukan upaya penyelidikan dan berhasil menemukan kedua terduga penculik ini dan anak korban tinggal di Desa Wates, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan.

Dihadapan pemyidik, Solikin membatah tuduhan polisi jika ia dikatakan sebagai penculik anak.

"Saya ini sudah izin, tapi visa saya diblokir. Ya tidak bisa kembali ke sana (Malaysia) untuk mengembalikan," kata Solikin.

Terkait upaya pemblokiran nomor telepon korban, Solikin pun berkilah jika pemblokiran itu dilakukan atas rasa kesal dengan ucapan korban.

Baca Juga: Tim Gabungan Polda Jatim Periksa Senpi Dinas di Polres Tulungagung

"Iya. Sengaja memang saya blokir. Ya maaf, saya sering dimaki-maki, sakit hati saya," tukas Solikin.

Kedua tersangka kini masih diperiksa intensif di Mapolda Jatim. Jika memang terbukti, keduanya akan dijerat Pasal UU Perlindungan Anak.

Saat ini, anak asal Negara Malaysia yang diduga menjadi korban penculikan tersebut dititipkan ke Balai Perlindungan Anak.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.