Jumat, 19 Jun 2026 10:46 WIB

Uang Rp 45 Ribu Hasil Jualannya Dicuri, Mbah Hawati Tak Lapor Polisi

Mbah Hawati mendorong gerobaknya di jembatan Ngagel pada Rabu (13/11/2019) (Foto: Fajar Mujianto-jatimnow.com)
Mbah Hawati mendorong gerobaknya di jembatan Ngagel pada Rabu (13/11/2019) (Foto: Fajar Mujianto-jatimnow.com)

jatimnow.com - Meski Mbah Hawati (65) sudah melihat langsung pria yang mencuri uang Rp 45 ribu miliknya melalui video rekaman CCTV, tetapi Mbah Hawati memilih mengikhlaskannya. Penjual gorengan keliling ini pun tak melapor ke polisi.

"Mbah Hawati tidak mau melapor ke polisi karena sudah mengikhlaskannya," kata Bejo Sugiantoro menirukan salah satu temannya yang bertanya ke Mbah Hawati di Dinoyo, Surabaya, Rabu (11/3/2020).

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Bejo menyebut, pencurian itu terjadi saat Mbah Hawati menunaikan Salat Duhur di salah satu masjid dalam gang di Dinoyo, Surabaya pada Selasa (10/3/2020). Meski setelah salah ia Mbah Hawati menyadari uangnya tidak ada, ia mengira uangnya jatuh dari gerobak yang setiap hari didorongnya itu.

Baca juga: 

"Pas ditanya temenku, Mbah Hawati mengaku kehilangan uang Rp 45 ribu pas selesai Salat Duhur di masjid itu. Tapi dikiranya hilang karena jatuh. Pas video rekaman CCTV dilihatkan, Mbah Hawati baru tahu kalau uangnya hilang dicuri," terang Bejo.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Dari video berdurasi 33 detik yang dilihat jatimnow.com, seorang pria berkaus biru bercelana panjang gelap menghampiri gerobak Mbah Hawati yang terparkir di halaman masjid.

Pria berperawakan tinggi besar itu kemudian mengobok-obok gerobak Mbah Hawati dan mengambil sesuatu yang langsung dimasukkan ke dalam saku kanan celananya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Mbah Hawati adalah penjual keliling yang tinggal sendirian di kawasan Ngagel, Surabaya. Setiap hari, ia mendorong gerobak berisi gorengan, kerupuk dan buah-buahan, mulai dari rumahnya menuju Darmo Kali hingga Dinoyo.

Dia sudah berjualan keliling selama 25 tahun dengan keuntungan antara Rp 30-50 ribu setiap hari. Meski tubuhnya rentah, ia tetap bersemangat berdagang keliling mulai pagi hingga pukul 16.00 Wib.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.