Senin, 22 Jun 2026 07:06 WIB

Tanah Retak Berpotensi Longsor Susulan di Tugurejo Ponorogo Meluas

  • Penulis : Mita Kusuma
  • | Selasa, 10 Mar 2020 16:36 WIB
Petugas BPBD melakukan koordinasi penanganan longsor di Dusun Tugunongko, Desa Tugurejo, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo
Petugas BPBD melakukan koordinasi penanganan longsor di Dusun Tugunongko, Desa Tugurejo, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo

jatimnow.com - Tanah retak yang berpotensi mengakibatkan tanah longsor susulan di Dusun Tugunongko, Desa Tugurejo, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo semakin meluas. Warga yang mengungsi pun bertambah.

"Retakan muncul di bagian timur dan barat tebing," ungkap Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo, Imam Basori, Selasa (10/3/2020).

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Imam menyebut, retakan di bagian timur tebing itu sedalam 20 sampai 25 sentimeter, begitu pula pada bagian barat. Panjangnya diperkirakan 150 hingga 300 meter.

Baca juga: 

Akibat retakan itu, jumlah pengungsi bertambah. Jika sebelumnya hanya 6 kepala keluarga berisi 16 jiwa, saat ini menjadi 14 keluarga atau 35 jiwa. Sedangkan rumah yang dikosongkan sebanyak 10 unit.

Baca Juga: Ruang Kelas Ambruk, BPBD Tulungagung Siapkan Tenda Darurat Untuk Belajar Siswa

Peta terdampak longsor di Dusun Tugunongko, Desa Tugurejo, Kecamatan Slahung, Kabupaten PonorogoPeta terdampak longsor di Dusun Tugunongko, Desa Tugurejo, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo

"Pengungsi terbagi dalam 11 lokasi rumah kerabat. Mereka dalam kondisi sehat," tegasnya.

Sementara Kepala Desa Tugurejo Siswanto mengaku jika setiap hari selalu ada guguran dari retakan tanah tersebut. Kondisi itu diperparah dengan adanya sumber air cukup besar di sekitar lokasi.

Baca Juga: Kurban Teman Baik Tembus Pelosok Jawa hingga Pengungsian Palestina

Meski para pengungsi berada di rumah saudara masing-masing, pemerintah desa dan BPBD terus memantau kesehatan dan kebutuhan para pengungsi.

"Setiap pagi ada pemeriksaan, kalau ada warga yang mengeluh sakit langsung kami antar ke puskesmas pembantu yang jaraknya satu kilometer. Kebutuhan logistik seperti makanan atau pakaian juga kami prioritaskan," jelas Siswanto.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.