Minggu, 21 Jun 2026 03:14 WIB

Pelajar Ponorogo Ciptakan Biofoam dari Ampas Ketela & Bonggol Jagung

Dua pelajar SMAN 3 Ponorogo menunjukkan cara membuat biofoam dari ampas ketela dan bonggol jagung
Dua pelajar SMAN 3 Ponorogo menunjukkan cara membuat biofoam dari ampas ketela dan bonggol jagung

jatimnow.com - Dua pelajar SMAN 3 Ponorogo membuat biofoam berbahan dasar ampas ketela dan bonggol jagung. Biofoam itu ramah lingkungan karena bisa terurai dan terbuat dari bahan alami.

Kedua pelajar SMAN 3 Ponorogo itu adalah Jananhti Cucu Jayadi (16) dan Salamah Zukhrufa Jannah (16).

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

"Tujuan kami sederhana. Kami hanya ingin mengganti sampah styrofoam dengan biofoam," tutur Jananhti Cucu Jayadi kepada jatimnow.com, Jumat (6/3/2020).

Ia menerangkan, biofoam buatannya bisa memanfaatkan limbah dari hasil tanaman petani. Terutama bonggol jagung yang mempunyai serat kasar serta ampas ketela yang mengandung pati.

"Jadi kami memanfaatkan limbah hasil pertanian yang tidak membahayakan untuk tubuh dan lingkungan," jelas siswa kelas XI SMAN 3 Ponorogo ini.

Biofoam ciptaan dua pelajar di PonorogoBiofoam ciptaan dua pelajar di Ponorogo

Untuk membuat biofoam itu, pertama membuat adonan dari ampas ketela dan bonggol jagung yang sudah dihaluskan. Kemudian ditambahkan air mineral dan PVA diaduk hingga menjadi adonan. Setelahnya dicetak dengan cara thermo pressing.

Sementara Salamah menambahkan, PVA digunakan untuk meningkatkan nilai densitas supaya kuat saat digunakan sebagai wadah makan serta tidak mudah pecah atau robek. Selain itu agar biofoam mudah terurai dan tidak beracun.

Baca Juga: Ujian Kelulusan Unik, Siswa SMP Labschool Unesa 3 Pamerkan Karya Inovatif

"Karena keterbatasan alat, kami mencetak biofoam ini menggunakan wajan biasa," terangnya.

Dia menyebut, biofoam buatannya itu bisa cepat terurai. Selama 14 hari sebanyak 50 persen terdegradasi. Sedangkan styrofoam pada umumnya membutuhkan waktu puluhan tahun.

"Kelebihan biofoam lebih aman digunakan karena tidak mengandung bahan yang bersifat mutagenik maupun karsinogenik. Di lingkungan juga ramah karena mudah terdegradasi," paparnya.

Biofoam ciptaan pelajar di Ponorogo aman dipakai karena ramah lingkunganBiofoam ciptaan pelajar di Ponorogo aman dipakai karena ramah lingkungan

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Selain itu, jika biofoam ini termakan oleh hewan ternak lebih aman karena terbuat dari bahan alami. Bahkan biofoam ini kadang dikerubuti semut.

"Kami sempat kesulitan bikin perbandingan yang cocok, ada 12 kali percobaan. Hasil yang paling pas 50:50 untuk ampas ketela dan bonggol jagung," tambahnya.

Guru pembimbing Siti Nur Waqidah menambahkan, penemuan kedua siswanya yang diberi nama eco friendly biofoam palaboja itu meraih juara kedua Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) tingkat nasional di Universitas Muhammadiyah Malang.

"Harapannya ini bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, agar mengurangi sampah kimia," pungkas Ida.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.