Kamis, 18 Jun 2026 17:16 WIB

Stimulan Jamban Sehat Efektif Tekan Jumlah Balita Stunting di Ponorogo

Program stimulan jamban sehat di Ponorogo
Program stimulan jamban sehat di Ponorogo

jatimnow.com - Program stimulan jamban sehat yang dicanangkan oleh Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni yang digulirkan sejak Tahun 2015 membuat angka warga yang buang air besar (BAB) sembarangan di Bumi Reog turun.

Data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Ponorogo, Tahun 2015 mengalokasikan 1.313 stimulan jamban sehat.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Pada 2016, stimulan ditambah menjadi 1.652. Sempat terhenti pada 2017, program berlanjut lagi pada 2018 tercatat ada 4.435 stimulan diberikan daerah. Tahun 2019 lalu, stimulan diberikan sebanyak 4.000.

"Untuk tahun 2020 ini direncanakan akan ada 6 ribu stimulan," kata Kepala Dinkes Ponorogo, drg Rahayu Kusdarini, Rabu (4/3/2020).

Ia menjelaskan, stimulan jamban sehat sukses menekan angka buang BAB sembarangan atau open defecation free (ODF). Tahun 2019, angka ODF tinggal 14.631 kepala keluarga (KK).

"Per hari ini, angka ODF atau yang belum mengakses jamban sehat di Ponorogo berjumlah 12.776 KK. Sudah jauh berkurang sejak 2015," terangnya.

Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni

Diharapkan di Tahun 2020, penyandang status ODF dari BAB sembarangan akan semakin turun.

Sebelumnya, persoalan sanitasi di Tahun 2014 memantik Pemkab untuk menggulirkan program tersebut.
Pemerintah pusat saat itu juga menggulirkan program bantuan jambanisasi. Namun dipandang kurang efektif mengurangi angka ODF.

"Saat dievaluasi, pemberian jamban menjadi kurang efektif karena BAB sembarangan itu bukan karena orang tidak punya jamban. Tapi lebih karena perilaku," terangnya.

Baca Juga: Komisi D DPRD Jember Soroti Adanya Kepala Puskesmas yang Rangkap Jabatan

Program stimulan jamban sehat, lanjut Irin (panggilan akrab Kepala Dinkes, drg Rahayu Kusdarini), memicu masyarakat untuk mempunyai rasa memiliki atau handarbeni. Itulah yang membedakan antara program jambanisasi dan stimulan jamban sehat.

Kepala Dinkes Ponorogo, drg Rahayu Kusdarini

"Ketika masyarakat ikut membangun, harapannya mereka akan menggunakan jamban sehat tersebut. Lima tahun lalu, ketika penerima sudah diberi jamban tapi tetap di sungai. Itulah kenapa diubah menjadi stimulan karena perlu peran dari penerima bantuan," jelasnya.

Stimulan jamban sehat secara konsisten memberikan manfaat karena semakin banyak desa yang menyandang status ODF alias terbebas dari BAB sembarangan.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni menargetkan Bumi Reog berstatus kabupaten ODF di Tahun 2021. Dari data yang dihimpun dinkes, tinggal 74 desa yang belum menyandang status ODF.

"Ini yang akan segera diselesaikan pada tahun ini," kata Bupati Ipong.

Menurutnya, ODF penting karena sanitasi sangat erat berkaitan dengan persoalan lain. Stunting misalnya, salah satu penyebabnya adalah sanitasi yang kurang baik.

Perbaikan sanitasi sejak 2015 lewat program stimulan jamban sehat pun turut berkontribusi terhadap penurunan persentase stunting daerah. Dari 37 persen di awal program bergulir, kini tinggal 17,26 persen.

"Sanitasi yang sehat sangat penting bagi ibu hamil supaya terhindar dari diare. Dengan begitu bayi yang dikandung dapat tercukupi gizinya, sehingga terlahir sehat dan tidak stunting," jelasnya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.