Selasa, 16 Jun 2026 20:26 WIB

Ini Sosok di Balik Produksi Sabu Taman Dayu Pasuruan

  • Penulis : Moch Rois
  • | Senin, 17 Feb 2020 15:56 WIB
Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan menjukkan salah satu barang bukti yang disita dari sindikat produsen sabu di Taman Dayu
Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan menjukkan salah satu barang bukti yang disita dari sindikat produsen sabu di Taman Dayu

jatimnow.com - Polisi akhirnya membeberkan proses penggerebekan tempat produksi narkoba jenis sabu di Perumahan Alam Sejahtera No. 45, Taman Dayu, Desa Ketanireng, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan.

Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan mengatakan, dari penggerebekan 10 Februari 2020 lalu, Tim Satresnarkoba menangkap 9 orang dengan latar belakang profesi berbeda-beda.

Baca Juga: Satresnarkoba Polres Gresik Ringkus 5 Pengedar Sabu dan Pil Koplo

"Setelah proses pengembangan, dalam kasus home industri sabu-sabu ini kami membekuk 9 tersangka, mulai dari pemasok prekursor (bahan baku), pembuat dan pengedar sekaligus kurir sabu-sabu," jelas Rofiq di TKP, Senin (17/2/2020).

Alumnus AKPOL Tahun 2001 ini menjelaskan, pemasok prekursor dalam produksi sabu itu adalah Hidayatus Sholikhin (35), warga Dusun Banjaran, Desa Tempurejo, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Sedangkan pembuat sabu ada dua orang yaitu oknum pegiat LSM bernama Yusuf (32), warga Dusun Gelang, Desa Tawangrejo, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan dan Suwandi (38), warga Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Jambangan, Kota Surabaya.

Baca juga:  Rumah Diduga Tempat Produksi Sabu di Taman Dayu Pasuruan Digerebek

Tersangka yang bertugas sebagai pengedar antara lain Siswanto (38), seorang oknum advokat asal Dusun Jetak, Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan dan wartawan abal-abal bernama Hananto (47), warga Dusun/Desa Bunut, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban.

Para tersangka sindikat produsen sabu di Taman Dayu, Pasuruan digiring sejumlah polisiPara tersangka sindikat produsen sabu di Taman Dayu, Pasuruan digiring sejumlah polisi

Kemudian Andik Harahap, warga Jetak, Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan; Andi Ismail, warga Dusun Ngadimulyo, Desa Suwayuwo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan; Samuel (49), warga Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang serta Heru Sukarianto (41), warga Dusun Jetak, Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan.

"Selain mengamankan semua jenis perkusor pembuat sabu-sabu, kami mengamankan barang bukti sabu siap jual seberat 20,39 gram," beber Rofiq.

Baca Juga: Sengketa Lahan TNI AL dan Warga 10 Desa Pasuruan Temui Titik Terang di DPR RI

Dari pemeriksaan terungkap bahwa keterampilan membuat sabu itu didapat tersangka dari seminar-seminar bahaya narkotika yang diikutinya. Salah satu tersangka yang sering mengikutinya yaitu tersangka oknum advokad.

"Para tersangka ini pemakai aktif sabu. Dan mereka ini justru belajar dari seminar-seminar penanggulangan peredaran narkoba yang diikuti," terang Rofiq.

Untuk memproduksi sabu, para tersangka memerlukan waktu antara dua sampai tiga hari dengan hasil ratusan gram.

"Setiap kali produksi, mereka mampu menghasilkan sabu-sabu sebanyak 100 sampai 200 gram," bebernya.

Untuk peredarannya, sindikat ini menyasar kota-kota besar, mulai dari Pasuruan, Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto hingga Malang.

Baca Juga: Polisi Bongkar Jaringan Narkotika Madura-Gresik, Sita 200 Gram Sabu

"Kami masih mengembangkan kasus ini, utamanya soal asal bahan baku yang mereka dapat. Sebab yang mereka pakai adalah obat daftar G yang hanya bisa membeli dengan pengantar resep dokter," tegasnya.

Terkait status hunian yang digunakan para pelaku untuk memproses produksi sabu-sabu itu, Rofiq menyebut bila sindikat ini mengontrak. Berdasarkan pengakuan tersangka, mereka mengontrak mulai bulan Oktober 2019.

Namun Penyidik Satresnarkoba Polres Pasuruan masih belum bisa merinci sudah berapa banyak sabu-sabu yang diproduksi oleh sindikat ini.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.