Rabu, 17 Jun 2026 09:46 WIB

Cerita Warga Ponorogo di Hongkong 'Berperang' dengan Virus Corona

  • Penulis : Mita Kusuma
  • | Selasa, 11 Feb 2020 13:10 WIB
Kepala Dinas Tenaga Kerja Ponorogo, Bedianto
Kepala Dinas Tenaga Kerja Ponorogo, Bedianto

jatimnow.com - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Ponorogo menyebut bahwa belum ada Pekerja Migran Indonesia asal Kota Reog di luar negeri yang terjangkit Virus Corona.

Kepala Disnaker Ponorogo Bedianto mengaku ia dan timnya sudah melakukan pemantauan terhadap semua PMI asal Ponorogo yang bekerja di luar negeri. Salah satu yang dipantau adalah para PMI di Hongkong yang saat ini juga 'berperang' melawan Virus Corona.

Baca Juga: Pulang dari Malaysia, Fauzi Bangun Layanan Keuangan Warga Kangean

"Dari hasil pemantauan dan pendataan, sampai saat ini belum ada PMI asal Ponorogo yang terjangkit (Virus) Corona," kata Bedianto, Selasa (11/2/2020).

Informasi lain yang didapat Disnaker Ponorogo, untuk para PMI yang bekerja di Hongkong, masih dibatasi untuk bepergian. Karena pemerintah setempat menerapkan aturan tersebut untuk menekan penyebatan virus itu.

"PMI di sana memilih untuk stay di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Hongkong. Karena mereka ditinggalkan sendiri oleh majikannya," terangnya.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Sementara itu, Henny salah satu PMI asal Ponorogo di Hongkong bercerita bahwa teman-temannya di Hongkong dalam keadaan aman. Sebab ia dan teman-temannya menaati aturan di sana.

"Kami selalu menjaga diri dengan semua aturan di sini. Salah satunya apabila keluar rumah, harus memakai masker," tutur Henny saat dihubungi jatimnow.com melalui sambungan telepon.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Henny menambahkan, para PMI di Hongkong juga tidak boleh berkumpul dengan teman-temannya untuk menghindari keramaian.

"Peraturan ini juga sudah diserahkan ke majikan kami. Dan apabila majikan melanggar, akan dikenai tuntutan atau denda. Tapi kami semua sehat. Doakan ya," ucapnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.