Jumat, 19 Jun 2026 02:35 WIB

Cerita di Balik Video Penertiban PKL Banyu Urip yang Menjadi Viral

Kasatpol Surabaya, Irvan Widyanto (berdiri) dan Camat Sawahan, M Yunus (kiri) bersama Budi Sugiharto
Kasatpol Surabaya, Irvan Widyanto (berdiri) dan Camat Sawahan, M Yunus (kiri) bersama Budi Sugiharto

jatimnow.com - Kepala Satpol (Kasatpol) Kota Surabaya, Irvan Widyanto tidak menyangka video penertiban Banyu Urip menjadi viral. Karena penertiban saat itu berlangsung secara spontan.

"Saya tidak menduga, itu spontan. Kok bisa menjadi viral," kata Kasatpol Irvan Widyanto yang didampingi Camat Sawahan, M Yunus, Jumat (7/2/2020).

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Baca juga:

Irvan menceritakan bahwa saat timnya akan menertibkan sempat mendapat penolakan dari warga. Termasuk ketika akan membongkar gapura, juga mendapat penentangan.

Capture video penertiban Kasatpol PP Kota Surabaya, Irvan Widyanto 

Namun sikap warga itu berubah ketika Satpol dengan berani membongkar bangunan yang diduga milik kelompok tertentu.

Camat Sawahan, M Yunus yang menggunakan Bahasa Madura kepada para pedagang

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Setelah itu warga mendukung kami melakukan penertiban. Termasuk mendukung pembongkaran gapura," kata Irvan.

Saat ini perkampungan di Banyu Urip tersebut menjadi bersih dan sudah terbuka. Tidak lagi dihalangi oleh pedagang kaki lima (PKL).

"Sekarang lebih kelihatan. Ambulans maupun mobil PMK bisa lewat tanpa hambatan," tukasnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Video yang berjudul 'penertiban gaya baru' dengan durasi 1 menit 47 detik itu menjadi viral karena Satpol saat melakukan penertiban juga menggunakan Bahasa Madura pada Rabu (5/2).

Camat Sawahan M Yunus yang berkepala plontos berasal dari Bangkalan Madura itu menggunakan megaphone mengartikan dengan Bahasa Madura apa yang telah disampaikan oleh Kasatpol PP Irvan Widyanto.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.