Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama jatimnow.com dengan Republika.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Republika.co.id
Loading
jatimnow.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak menampik merebaknya wabah virus corona (2019-nCoV) di China dan negara-negara lain dunia akan berdampak pada perlambatan ekonomi dunia.
Kondisi global itu pun diproyeksi akan merembet ke Indonesia dan berdampak pada petumbuhan produk domestik bruto (PDB) nasional.
Baca Juga: Membaca Siklus, Menjaga Nalar Negara
Meski begitu, Jokowi mengaku belum ada perhitungan terkait koreksi target pertumbuhan ekonomi nasional 2020.
"Perlambatan growth global pasti. Itu semua menyampaikan yang sama. Negara-negara yang terkena imbas itu juga pasti kena. Kita ngomong apa adanya termasuk negara kita Indonesia. Tapi berapa persen nanti ada imbas ke pertumbuhan kita, itu yang belum bisa dikalkulasi," kata Presiden Jokowi di Istana Negara, Rabu (5/2).
Pemerintah pun memilih untuk menunggu perkembangan dinamika ekonomi dunia dalam beberapa bulan ke depan.
Jokowi menambahkan, sulit bagi pemerintah untuk melakukan perhitungan rinci saat ini, mengingat banyak negara dunia masih dalam perjuangan melawan penyebaran virus corona. Kebijakan internal masing-masing negara dalam menghadapi virus corona pun berbeda-beda.
"Ini kan masih dalam proses perjalanan semuanya, jadi menghitungnya negara manapun juga sulit," kata presiden.
Awal Januari 2019 lalu, pemerintah merilis asumsi dasar makro perekonomian nasional yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.
Baca Juga: BI Kediri Optimis Ekonomi Jawa Timur Lebih Baik di Tahun 2026
Dalam RPJMN yang akan dilegalkan melalui Perpres ini, pemerintah mematok angka pertumbuhan ekonomi (rata-rata) hingga 2024 mendatang berada di rentang 5,6-6,2 persen per tahun. Khusus 2020, pemerintah mematok target pertumbuhan di angka 5,3 persen.
Sedangkan sepanjang 2019 lalu, Badan Pusat Statistik (BPS) menyampaikan ekonomi Indonesia hanya tumbuh 5,02 persen.
Angka ini mengalami perlambatan dibanding pertumbuhan ekonomi pada 2018 yang menyentuh 5,17 persen.
Baca Juga: Survei Konsumen BI Kediri: Keyakinan Terhadap Kondisi Ekonomi Menguat
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama jatimnow.com dengan Republika.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Republika.co.id
Editor : REPUBLIKA.co.id
URL : https://jatimnow.id/baca-23679-terimbas-corona-presiden-jokowi-evaluasi-target-ekonomi-indonesia
Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.
AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia
Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi
Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.
Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.