Rabu, 17 Jun 2026 14:57 WIB

Korban Perumahan Diduga Bodong di Ponorogo Ngaku Tertipu Rp 4,5 Miliar

Tim Satreskrim Polres Ponorogo melakukan pengecekan di lokasi perumahan diduga bodong
Tim Satreskrim Polres Ponorogo melakukan pengecekan di lokasi perumahan diduga bodong

jatimnow.com - Sebanyak 47 orang yang mengaku tertipu perumahan bodong di Ponorogo, melapor polisi. Dalam laporan tersebut, para korban mengaku telah menyetorkan uang ke pengembang hingga sekitar Rp 4,5 miliar.

"Total korban ada 47 orang dengan kerugian Rp 4,5 miliar. Rata-rata setiap orang telah menyetor uang Rp 100 juta," terang kuasa hukum para korban, Ari Hersofiawanudin, Senin (27/1/2020).

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Ari menambahkan, para korban melapor ke Polres Ponorogo setelah Sarjito (35), warga Desa Wagir Lor, Kecamatan Ngebel, belum ada itikad baik untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

"Klien kami sudah bayar tapi rumahnya belum jadi. Ada yang sudah lunas pembayaran tapi belum diberikan surat-surat kepemilikan. Kami melapor untuk diproses hukum," ungkap Ari.

Dia mengaku, selain meipu para korban, terlapor juga menggunakan tanah tersebut sebagai agunan di salah satu bank swasta di Magetan. Selain itu, terlapor tidak bisa membayar angsurannya sehingga sempat dilelang.

Baca juga:  Diduga Tertipu Perumahan di Ponorogo, Puluhan Orang Lapor Polisi

Baca Juga: Satreskrim Polres Ponorogo Ungkap kasus Curanmor, Dua Warga Brebes Ditangkap

"Sarjito punya pinjaman bank di Magetan sebesar Rp 800 juta. Tanah perumahan itu bahkan sempat mau dilelang tapi batal," jelas Ari.

Meski begitu, pihaknya berharap Sarjito segera beritikad baik kepada warga yang membeli, agar pembangunan bisa segera selesai serta sertifikat diserahkan kepada para pembeli.

Sementara itu, salah satu korban Agus Nugroho mengaku, perumahan tersebut menawarkan tipe 36 dan 45, tetapi tidak kunjung dibangun sejak Tahun 2018. Saat ini pun kantor pengembang PT. Cahaya Indah Mulia yang beralamatkan di Kelurahan Kertosari, Kecamatan Babadan, sudah pindah.

Baca Juga: Sindikat Mobil Bodong dan STNK Palsu Jaringan Pasuruan-Surabaya Dibongkar

"Saya beli sejak 2016, tapi 2018 lalu sudah menghilang. Pemiliknya Sarjito juga sudah tidak bisa dihubungi, makanya kita laporan," pungkas Agus.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Ponorogo AKP Maryoko membenarkan laporan para korban tersebut. Saat ini, ia dan timnya tengah melakukan penyelidikan dan memeriksaan sejumlah saksi.

"Laporan mereka sudah kami terima. Kami sudah ke lokasi untuk melakukan penyelidikan dan mengumpulkan alat bukti," tandas Maryoko.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.