Senin, 08 Jun 2026 01:32 WIB

Pilwali Surabaya 2020

Membaca Peluang Duet Machfud Arifin-Azrul Ananda

Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin dan Azrul Ananda
Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin dan Azrul Ananda

jatimnow.com - Calon Wali Kota Surabaya, Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin 'memberikan sinyal' akan menggandeng Presiden Persebaya Azrul Ananda sebagai bakal calon wakil wali kota.

Mungkinkah bisa berduet di Pilwali Surabaya 2020, mengingat keduanya bukan kader partai politik.

Baca Juga: Dosen Ilmu Politik Unesa Soroti Konsolidasi Kekuasaan-Strategi Geopolitik Nasional

"Jika Mas Azrul masuk skema menjadi cawawali Pak Machfud, maka Pilwali Surabaya akan kian kompetitif dan seru," ujar peneliti senior Surabaya Survey Center (SSC), Surokim Abdussalam, Senin (27/1/2020).

Surokim memyambut baik milenial seperti putera Dahlan Iskan itu ikut running Pilwali Surabaya 2020.

"Mengapa saya menyambut baik, karena politik masa depan adalah konteks politik yang selalu membutuhkan kebaharuan, baru terbarukan dan dalam politik 2024 nanti pemilih milenial akan menjadi mayoritas," tuturnya.

"Maka kalau tidak ada milenial yang mendapat kepercayaan dalam pilkada kali ini, maka sebenarnya politik sedang melawan kehendak zaman," tambahnya.

Menurut staf pengajar di Universitas Trunojoyo Madura (UTM), selama ini sulit mendesakkan calon milenial untuk bisa mendapatkan panggung atau dapat diusung partai-partai.

Baca Juga: Menyoal Konsistensi Komunikasi Publlik Pejabat Negara

"Jadi jika Mas Azrul diusung tentu ini kabar baik, kabar positif dan sekaligus (langkah) cerdas," katanya.

Menurutnya, kehadiran calon milenial akan mendinamiskan suasana politik Surabaya.

"Apalagi jika calonnya plus menjanjikan maka akan punya daya pikat untuk pemilih liar di Surabaya yang masih tinggi," terangnya.

Baca Juga: PKS Jatim Siapkan Pasukan Trainer API, Cetak Pemimpin Lewat Sistem

Kata Surokim, duet mantan Kapolda Jatim Machfud Arifin dengan figur milenial Azrul Ananda yang sama-sama bukan kader partai politik memiliki plus minus.

"Calon non kader tentu akan mengurangi gab ego partai pengusung dan malah lebih mudah mensolidkan partai," ujarnya.

"Hanya saja memang akan mendapat sorotan bahwa kader partai tidak ada yang dimajukan tapi dalam konteks pilkada case banget sering terjadi dan biasanya malah kian membuat leluasa khususnya pada pemilih non ideologis, pemilih rasional yang selalu swing dan cenderung undecided," sambung dia.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Tema "Aku Arek Suroboyo" dipilih untuk menegaskan identitas Bung Karno sebagai putra daerah yang tumbuh dan ditempa di Surabaya sebelum menjadi tokoh besar Indonesia.

1.232 Atlet Taekwondo Bertarung di Ksatria Nusantara PBTI Series Kediri

Para atlet diharapkan dapat menjadi bibit-bibit terbaik Indonesia yang akan mewakili bangsa pada berbagai ajang internasional.

Menkop Bantah Isu Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih, Sempat Viral di Kediri

Menkop Ferry menargetkan seluruh bangunan Koperasi Merah Putih, gerai usaha, serta fasilitas pendukung koperasi desa dapat selesai pada Agustus mendatang.

Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

“Saya berharap dari stadion (Brawijaya) ini akan lahir pemain-pemain handal yang nantinya bisa memperkuat Indonesia," kata Anwar Sadad.

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.