Selasa, 16 Jun 2026 15:36 WIB

Puluhan Ekor Kambing di Pacitan Mati Terkoyak, Diterkam Hewan Buas?

Kambing yang mati dengan luka di perut
Kambing yang mati dengan luka di perut

jatimnow.com - Puluhan ekor kambing ditemukan mati di dua desa, yaitu Desa Katipugal dan Desa Klasem. Kedua desa ini berada di Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan.

Kematian kambing-kambing piaraan tersebut dinilai janggal oleh para pemiliknya. Hewan-hewan tersebut ditemukan mati dengan kondisi luka terkoyak pada bagian leher dan perut.

Baca Juga: Tingkatkan Produktivitas Ayam Broiler di Pacitan, Alumni UGM Beri Pendampingan

"Dua ekor kambing saya, satu ditemukan mati dengan luka pada leher. Sedang satu lagi sekarat dan ada luka pada bagian perut," kata Gino salah satu peternak kambing Kamis (23/1/2020).

Ia menyebut, penyebab mati dan lukanya kambing piaraannya tersebut tidak diketahui karena jarak rumah dan kandang kambing miliknya itu jauh.

Dirinya mengaku jika pada malam harinya, ia mendengar kambingnya mengeluarkan suara.

"Biasanya kambing kalau malam tidak mengeluarkan suara. Tapi saya sendiri takut mau mengecek. Saat pagi, dari 5 kambing saya, satu ditemukan mati dan satu terluka hingga ususnya keluar," jelasnya.

Baca Juga: Emil Dardak Gerak Cepat Tangani Sengketa Lahan di Pacitan

Ia menyebut, kematian kambing piaran tersebut baru pertama kali ini terjadi di Desa Katipugal. Sebelumnya, peristiwa tersebut terjadi di tetangga desa yang berada di Desa Klasem.

"Kami sudah antisipasi kejadian dan kandang telah dipasang pagar keliling setinggi 2 meter. Ternyata tetap kambing-kambing mati dengan cara tak wajar," jelasnya.

Darsono, peternak lain yang berada di Desa Klasem mengatakan dirinya juga mengalami hal yang sama. Kambing peliharaannya tewas secara misterius.

Baca Juga: Gempa Tektonik M6,2 Guncang Pacitan, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

Ia menduga kambing peliharaannya mati karena dimangsa hewan buas yang berasal dari dalam hutan. Namun dirinya tidak mengetahui hewan yang memangsa kambingnya tersebut.

"Ada bekas jejak kaki sebesar kepalan tangan," ujarnya.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.