Minggu, 14 Jun 2026 10:27 WIB

Pemkab Sidoarjo Ambil Sampel Air di Sungai Sumput yang Sempat Berbusa

PLT Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Saifuddin mengecek sungai di Desa Sumput yang mengeluarkan busa
PLT Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Saifuddin mengecek sungai di Desa Sumput yang mengeluarkan busa

jatimnow.com - PLT Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Saifuddin meninjau sungai di Desa Sumput, Kecamatan Sidoarjo yang berbusa.

Peninjauan tersebut dilakukan bersama Kepala DLHK Sigit Setyawan dan petugas dari DLHK Provinsi Jatim serta Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian (BBTKLPP) Surabaya.

Baca Juga: Karyawan BPJS Ketenagakerjaan Sidoarjo Gotong Royong Tanam Pucuk Merah

Baca juga: Warga Geger Lihat Sungai Sumput Sidoarjo Berbusa

"Kami terjunkan petugas untuk memeriksa kandungan busa putih yang menutupi permukaan sungai. Busanya hari ini tidak ada," kata Nur Ahmad Saifuddin, Minggu (19/1/2020).

Petugas dari DLHK Jatim dan BBTKLPP Surabaya akan melakukan uji laboratorium yang berada di aliran Sungai Sumput untuk mengetahui kandungan air yang berbusa itu.

"Air sungai warnanya sama dengan air pada umumnya dan tidak perbedaan, tidak ada bau menyengat pada air," ujarnya.

Ia menyebut pihaknya akan memberikan tindakan kepada perusahaan jika Sungai Sumput yang berbusa itu akibat limbah.

"Tidak boleh membuang limbah sembarangan. Itu bahaya dan sudah pidana," tegasnya.

Baca Juga: Ahli Waris Pekerja Rentan di Sidoarjo Terima Santunan JKM Rp42 Juta

Salah satu petugas dari BBTKLPP Surabaya, Siska menyebut, penelusuran Sungai Sumput yang terjadi fenomena berbusa itu agar warganya tidak merasa resah.

Tim yang dibawa itu akan membawa sampel air itu untuk diuji untuk mengecek kandungan air.

"Untuk mengecek kadar Power of Hydrogen (PH) air, kandungan bahan berbahaya dan beracun (B3) dalam air serta 32 parameter kandungan pada peraturan pergub. Hasilnya akan diketahui setelah 14 hari mendatang itu dari sisi kimianya," kata Siska.

Baca Juga: Pelajar Asal Bogor Tewas Terlindas Truk di Gedangan Sidoarjo

Sebelumnya, fenomena sungai berbusa menyebabkan warga geger. Busa yang terlihat tebal itu menumpuk di sekitar dam serta sepanjang aliran sungai.

Fenomena busa di sungai itu sudah terjadi sejak tiga hari belakangan. Tetapi hari ini busa semakin menumpuk. Warga menduga busa itu muncul pada malam hari.

Diduga busa seperti salju itu berasal dari limbah pabrik yang dibuang di sungai. Dikhawatirkan, busa yang diduga berasal dari limbah itu bisa mengganggu ekosistem yang ada di sungai.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.