Kamis, 18 Jun 2026 13:30 WIB

Buat Pengaman Motor Pakai E-KTP, 3 Siswa SMP Ponorogo Juara Olimpiade

Ketiga pelajar SMP di Ponorogo yang membuat alat pengaman motor gunakan E-KTP
Ketiga pelajar SMP di Ponorogo yang membuat alat pengaman motor gunakan E-KTP

jatimnow.com - Tiga siswa SMPN 1 Jetis Ponorogo berinovasi membuat pengaman sepeda motor dengan menggunakan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP).

Ketiga pelajar itu adalah Andiyan Rahman Hafid (14), Vanky Agrinda Tama (14) dan Maulan Bintang Pratama (14).

Baca Juga: STB Gandeng Muhammadiyah Jatim, 500 Siswa Bakal Belajar ke Singapura

Dari hasil karyanya tersebut, mereka bertiga menyabet juara satu tingkat nasional dalam ajang Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI).

"Alhamdulilah bisa menyabet juara," kata Ketua kelompok Andiyan, Sabtu (18/1/2020).

Ia menceritakan, inovasi tersebut dibikin setelah banyak mendengar keluhan para orang tua. Anak-anaknya yang masih dibawah umur memaksa mengendarai motor tanpa sepengetahuan orang tuanya.

"Jadi kalau nggak pakai e-KTP, motornya tidak bisa menyala meski kuncinya menancap," ujarnya.

Cara mengoperasikannya, e-KTP pemilik motor itu di scan terlebih dahulu menggunakan RFID dan didaftarkan ke dalam program. Jika program itu sudah terbaca maka motor bisa dinyalakan.

"Jadi motor hanya bisa digunakan sesuai level umur pengendara. Jika di bawah umur tidak bisa menyala," ujarnya.

Dijelaskannya, alat ini terdiri dari RFID, arduino nano, relay dan buzzer. Proses pembuatannya memakan waktu 8 bulan dengan menghabiskan biaya Rp 216 ribu.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

"Kalau biayanya tidak banyak dan hanya menghabiskan biaya Rp 216 ribu," lanjutnya.

Menurutnya, kesulitannya saat pemrograman antara E-KTP dengan sepeda motor. Direncanakan, alat ini nantinya bakal terus diperbaiki dan ke depannya alat pengaman akan diganti menggunakan SIM dan dilengkapi dengan LED.

"Ke depan kami akan membuat alat pengaman menggunakan SIM dilengkapi LED agar berguna untuk masyarakat. Terutama untuk sistem keamanan motor," harapnya.

Salah satu guru pembimbing, Sujatmiko mengatakan alat pengaman motor ini bisa dipasangkan pada kabel koil yang disambungkan juga dengan aki motor.

Baca Juga: Ujian Kelulusan Unik, Siswa SMP Labschool Unesa 3 Pamerkan Karya Inovatif

Nantinya, arus dari koil akan langsung dimatikan oleh relay yang ada dalam rangkaian tersebut. Untuk menghidupkan motor, pengendara tinggal menempelkan e-KTP atau SIM yang sudah didaftarkan pada alat pengaman.

"Sistem kerja dengan cara memutus arus dari koil motor," kata Sujatmiko.

 

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.