Minggu, 14 Jun 2026 21:19 WIB

Terlibat Pengeroyokan & Perusakan Rumah, 5 Pemuda Trenggalek Diringkus

Kapolres Trenggalek AKBP Jean Calvijn Simanjuntak menunjukkan barang bukti kasus pengeroyokan dan perusakan rumah
Kapolres Trenggalek AKBP Jean Calvijn Simanjuntak menunjukkan barang bukti kasus pengeroyokan dan perusakan rumah

jatimnow.com - Lima pemuda asal Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek ditangkap polisi. Mereka ditangkap setelah melakukan pengeroyokan serta perusakan rumah.

Tiga pelaku pengeroyokan yang ditangkap Tim Satreskrim Polres Trenggalek itu adalah Ramadan Gilang (18), Mohamad David (18) dan JB (16). Sedangkan dalam kasus perusakan, diamankan dua pelaku yaitu Riki Dwi Santoso (22) dan Tendri Prasetyo (24).

Baca Juga: Bank Jatim Salurkan CSR ke Trenggalek Berupa Floor Projector Highlight

"Tim kami juga masih mengejar dua pelaku lain, yaitu A dan O," kata Kapolres Trenggalek, AKBP Jean Calvijn Simanjuntak, Jumat (17/1/2020).

Calvijn menjelaskan, untuk kasus pengeroyokan terjadi pada Minggu (12/1/2019). Korban yang saat itu berboncengan dengan temannya, melintas di Jalan Desa Karanggandu. Saat itu, pelaku A tiba-tiba memaki korban tanpa alasan yang jelas. Bersama tiga tersangka, A langsung memukuli korban.

Kapolres Trenggalek AKBP Jean Calvijn Simanjuntak menginterogasi keempat pelaku yang ditahanKapolres Trenggalek AKBP Jean Calvijn Simanjuntak menginterogasi keempat pelaku yang ditahan

Baca Juga: JLS di Tulungagung Telah Rampung Pembangunannya, Tiga Kabupaten Sudah Terhubung

"Akibat dikeroyok, korban luka-luka dan sempat mendapatkan perawatan medis. Dari itu, keluarga korban melapor ke kami," ungkap Alumnus AKPOL Tahun 1999 ini.

Setelah melakukan penyelidikan dan mengantongi identitas para pelaku, Tim Satreskrim Polres Trenggalek berhasil menangkap tiga dari lima pelaku. Sedangka dua pelaku lain yaitu A dan O masih diburu dan sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

"Untuk satu tersangka pengeroyokan tidak kami lakukan penahanan, karena masih di bawah umur. Namun proses hukumnya tetap berjalan," tegas Calvijn.

Baca Juga: Pengeroyokan Brutal di Surabaya Terekam CCTV, Otak Pelaku Buron

Sedangkan untuk kasus perusakan rumah, Calvijn menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada malam pergantian tahun baru. Dua tersangka yang baru saja merayakan tahun baru, menyerang rumah korban yang menjadi tempat berkumpul para anggota sebuah ormas. Mereka merusak rumah tersebut dengan cara melemparinya menggunakan potongan kayu dan batu.

Calvijn menegaskan, pihaknya tidak akan memberikan toleransi terhadap pelaku premanisme. Ia berjanji akan menindak tegas para pelaku karena sudah mengganggu ketertiban masyarakat.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.