Selasa, 16 Jun 2026 01:08 WIB

Bank Sampah Bintang Mangrove, Motor Penggerak Perekonomian Warga

Bank Sampah Bintang Mangrove Surabaya.
Bank Sampah Bintang Mangrove Surabaya.

jatimnow.com - Kawasan pesisir pantai identik dengan kesan kumuh dan kotor. Seringkali sampah di sekitarnya dianggap sebelah mata oleh masyarakat, bahkan dibiarkan tidak terurus dan  mengganggu kehidupan ekosistem yang ada.

Namun, hal itu tidak terjadi bagi kampung nelayan di kawasan Gunung Anyar Tambak, Surabaya. Sebab, mereka memiliki Bank Sampah Bintang Mangrove untuk mengumpulkan sampah-sampah dari pesisir dan daerah sekitar.

Baca Juga: Puluhan Ormas Gotong Royong Hijaukan Kawasan Sontoh Laut Surabaya

Bank sampah yang sudah berdiri sejak 2012 itu, tidak hanya mengajak masyarakat untuk memilah sampah-sampah di rumah tangga, tapi juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitarnya.

Di tangan masyarakat kampung nelayan di kawasan Gunung Anyar Tambak, Surabaya ini sampah menjadi sesuatu yang membawa keuntungan, tidak hanya secara ekonomi, melainkan juga kesehatan bagi masyarakat setempat.

“Setiap hari penduduk di sini kami ajak mengumpulkan sampahnya sendiri, memilahnya dan menjual sampah yang sudah kami tentukan kategorinya di Bank Sampah Bintang Mangrove ini,” ujar Kusniyati salah satu kader lingkungan Kampung Gunung Anyar Tambak.

Kusniyati mengungkapkan dari kegiatan mengumpulkan sampah ternyata mampu menggerakkan masyarakat yang awalnya kurang peduli terhadap lingkungan dan kebersihan, menjadi lebih peduli terhadap lingkungannya.

Aktivitas memilah dan mengumpulkan sampah bahkan mampu menjadi sarana sekaligus solusi bagi persoalan ekonomi masyarakat yang hidup serba terbatas.

“Awalnya masyarakat di sini kurang peduli dengan lingkungan sekitar, dan banyak yang menolak karena masyarakat berpikiran sampah kan kotor, nanti malah tambah kotor. Saya bersusah payah meyakinkan mereka saya ngotot untuk dijalani, dicoba bismillah” tutur Kusniyati.

Baca Juga: Mendikdasmen Pantau TKA Hari Kedua di Surabaya

Sampah yang terkumpul diantaranya plastik, seng, kayu, kerdus serta jenis sampah lainnya dikelompokkan sesuai jenisnya. Kemudian didaur uang bagi yang masih bisa digunakan, serta disetor ke pengepul besar.

“Warga mencari sampah kemudian kami yang menimbang dan memilah. Selanjutnya kita setor ke pengepul, sebagian bisa didaur ulang kita buat berbagai kerajinan tangan atau produk daur ulang, seperti vas bunga, tas, taplak meja, hiasan dan pernak-pernik lainnya,” kata Kusniyati.

Selain dapat menghasilkan uang untuk menambah biaya kebutuhan rumah tangga, Kusniyati mengatakan bahwa sampah yang dikumpulkan dapat dimanfaatkan untuk banyak keperluan.

Sampah yang terkumpul dapat dimanfaatkan untuk membayar biaya listrik PLN, untuk simpan pinjam, biaya anak sekolah, serta untuk berobat bagi yang sakit.

Baca Juga: Cuaca Jatim Hari Ini, Hujan Petir Mengancam 12 Daerah

 

Reporter: Arry Saputra

Editor: Arif Ardianto

 

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.