Selasa, 16 Jun 2026 05:08 WIB

Begini Cara Kotor Pelaku Perdagangan Ayam Tiren di Kota Blitar

  • Penulis : CF Glorian
  • | Sabtu, 11 Jan 2020 12:33 WIB
Beberapa ayam tiren yang diperdagangkan pelaku disita Penyidik Satreskrim Polres Blitar Kota
Beberapa ayam tiren yang diperdagangkan pelaku disita Penyidik Satreskrim Polres Blitar Kota

jatimnow.com - Praktik perdagangan ayam tiren (mati kemarin) yang digerebek Satreskrim Polres Blitar Kota, beromzet sekitar Rp 12 juta per bulan. Hanya bermodal Rp 5 ribu per ekor, pelaku menjualnya dengan harga Rp 15 ribu, setelah dibersihkan.

Dalam kasus tersebut, Satreskrim Polres Blitar Kota menangkap dua orang, Imam Waluyo (43), warga Kelurahan/Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar, pengepul ayam tiren dan Antok Wusono (42), tetangga Imam, penjual ayam tiren siap saji.

Baca Juga: Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

"Saya cuma membersihkan bulunya sama jeroannya. Habis itu saya jual bersih paling mahal Rp 15 ribu. Sehari sekitar 20 ekor dapat dari pengepul," aku Imam di Mapolres Blitar Kota, Sabtu (11/1/20).

Imam berdalih tidak mengetahui identitas maupun rumah sang pengepul. Untuk mendapatkan ayam tiren, Imam dan pengepul bertemu di suatu tempat.

Baca juga:  Perdagangan Ayam Tiren di Kota Blitar Dibongkar, Dua Orang Ditangkap

Setelah mendapatkan ayam tiren, ia membersihkannya lalu ia jual kepada Antok Wusono. Oleh Antok, ayam tiren itu lalu diolah menggunakan beberapa bahan hingga masak.

Baca Juga: Santriwati Asal Kediri Hilang Terseret Ombak di di Pantai Pangi Blitar

Proses inilah yang membuat ayam tiren ini terlihat tak ada bedanya dengan ayam yang telah dipotong. Untuk menghilangkan bau, Antok memakai jeruk nipis dan dijual ke luar daerah termasuk di Kabupaten Malang.

"Ya pakai jeruk nipis sama daun serei itu, terus dimasak habis itu saya tawarkan ke pasar. Saya jual ke Pasar Kesamben, ke Gadang dan Kepanjen (Kabupaten Malang). Sehari 20 ekor terjual," ungkapnya.

Sedangkan, harga yang dipatok Antok untuk satu ekor ayam maksimal Rp 25 ribu, tergantung ukurannya. Bisnis ini sudah berlangsung selama 6 bulan.

Baca Juga: UNU Blitar Pecat Oknum Dosen Pelaku Pelecehan Seksual

"Saya tahunya ya inisiatif sendiri. Istri saya jual ayam potong di pasar. Saya tahu (jual ayam tiren) ada untung walau nggak banyak. Ya karena ekonomi," sambung Antok.

Meski kedua tersangka menyesal, namun perbuatannya sudah merugikan banyak orang. Setelah digerebek pada Kamis (9/1/2020), Penyidik Satreskrim Polres Blitar Kota menetapkan keduanya sebagai tersangka.

Kedua pria itu juga sudah ditahan dan dijerat Pasal 204 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara serta UU pangan dan UU konsumen dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.