Rabu, 17 Jun 2026 04:58 WIB

Pasar di Probolinggo Jadi Tempat Tinggal Anjal, Ini Langkah Pemkot

Wali Kota Probolinggo, Hadi Zainal Abidin temui para anjal yang tinggal di Pasar Gotong Royong
Wali Kota Probolinggo, Hadi Zainal Abidin temui para anjal yang tinggal di Pasar Gotong Royong

jatimnow.com - Wali Kota Probolinggo, Hadi Zainal Abidin memanggil dua anak jalanan (anjal) yang tinggal dan menetap di lantai dasar Pasar Gotong Royong.

"Kami panggil mereka untuk memberikan solusi dalam penanganan soal anjal. Untuk warga Kota Probolinggo menetap di Pasar Gotong Royong tercatat ada dua," katanya, Jumat (10/1/2020).

Baca Juga: Potensi PAD Parkir dan PKB Kota Probolinggo Ratusan Juta Bocor ke Kabupaten

Baca juga: Jadi Tempat Tinggal Anjal, Pemkot akan Tertibkan Pasar di Probolinggo

Langkah yang diambil Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo untuk menangani persoalan anjal adalah akan mengupayakan tempat singgah bagi mereka.

"Salah satunya mereka bisa ditempatkan di rusunawa yang ada di wilayah Kota Probolinggo," ujarnya.

Selain itu, Wali Kota Hadi juga menawarkan kepada kedua anjal soal bantuan modal yang bisa dibuat untuk usaha.

"Termasuk akan memberikan pelatihan kerja sesuai dengan minat dan keahlian mereka," tegasnya.

Baca Juga: Inflasi Turun Drastis, Gubernur Khofifah Beri Apresiasi Pemkot Probolinggo

Diharapkan para anjal yang ada di wilayah Kota Probolinggo bisa berdaya dan lebih mandiri.

"Saya memiliki keyakinan jika hidupnnya ingin lebih baik termasuk untuk kehidupan anak-anak dan keluarganya," terangnya.

Untuk anjal dari luar kota yang tinggal di Pasar Gotong Royong, telah diantar ke daerahnya masing-masing. Upaya ini dilakukan demi mengembalikan kembali fungsi Pasar Gotong Royong sebagai tempat perekonomian.

Samsul, salah satu anjal asal Kelurahan Jati yang tinggal di dalam Pasar Gotong Royong mengatakan dirinya berterima kasih kepada Pemkot Probolinggo atas solusi yang telah diberikan.

Baca Juga: Suasana Haru Sambut 312 Jemaah Haji Probolinggo di Kantor Wali Kota

"Kami akan menunggu janji Pemkot, termasuk soal tempat tinggal yang akan diberikan. Karena saya sudah berkeluarga dan memiliki anak," katanya.

Ia mengaku ingin merubah nasib hidupnya agar tidak menambah beban istri dan anaknya.

"Saya sejak kecil sudah hidup di jalan, tetapi saya ingin mandiri dan lebih ingin hidup sejahtera," tukas Samsul yang mengaku akan merintis usaha es tebu ini.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.