Kamis, 18 Jun 2026 20:43 WIB

Diadukan Warga ke Polisi, Anggota DPRD Kabupaten Blitar: Itu Fitnah!

  • Penulis : CF Glorian
  • | Kamis, 02 Jan 2020 16:22 WIB
Wasis Kunto Atmojo, satu anggota DPRD Kabupaten Blitar saat jumpa pers terkait warga yang mengadukan dirinya ke polisi
Wasis Kunto Atmojo, satu anggota DPRD Kabupaten Blitar saat jumpa pers terkait warga yang mengadukan dirinya ke polisi

jatimnow.com - Empat anggota DPRD Kabupaten Blitar yang diadukan ke polisi atas dugaan membawa uang patungan milik warga Perkebunan Karangnongko, Desa Modangan, Kecamatan Nglegok akhirnya angkat bicara. Mereka mengaku, apa yang tuduhkan warga itu sebuah fitnah.

"Terus terang kami difitnah! Kami Justru jadi korban. Kalau memang kami membawa uang milik warga Karangnongko, harusnya ada kwitansi. Tapi buktinya mana? Fitnah lebih kejam daripada pembunuhan," kata Wasis Kunto Atmojo (WK), salah satu anggota DPRD Kabupaten Blitar yang diadukan warga, kepada awak media, Kamis (2/1/20).

Baca Juga: Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

Sebelumnya, Wasis dan tiga temannya diadukan ke polisi. Pengaduan warga ini tertuang dalam Tanda Bukti Laporan Pengaduan Nomor: TBLP/259/XII/2019/Satreskrim tertanggal 21 Desember 2019. Surat aduan itu tertulis Ahmadi sebagai pelapor.

Wasis mengakui memang ada pertemuan antara warga Karangnongko dengan empat anggota DPRD pada Tahun 2016. Awalnya warga mengajukan surat untuk hearing. Karena ada kedekatan dengan warga Karangnongko, ia dan kawan-kawannya memilih untuk datang ke sana.

Baca juga:  Empat Anggota DPRD Kabupaten Blitar Diadukan Warga ke Polisi

Selang beberapa lama, ia kembali bertemu dengan warga. Ia juga membawa temannya dari Jakarta. Wasis membenarkan bila orang yang dibawa dari Jakarta itu bukan staf khusus Sofyan Djalil.

Dalam pertemuan itu, ia mengaku tidak ada obrolan soal sertifikat tanah. Ia dan tiga rekannya yang kala itu duduk di Komisi 1, melakukan hearing terkait keluhan warga Karangnongko.

Baca Juga: Santriwati Asal Kediri Hilang Terseret Ombak di di Pantai Pangi Blitar

Disinggung uang Rp 335 juta rupiah hasil patungan warga untuk sertifikasi tanah perkebunan, Wasis mengetahuinya. Ia dan tiga temannya mengaku tak menerima uang sepeserpun dari warga Karangnongko. Sementara uang Rp 150 juta rupiah yang katanya berhasil diminta kembali oleh warga, justru itulah uang pribadi Wasis.

"Kami justru kehilangan uang. Saya tidak bisa sebutkan namanya sekarang. Tapi saya serahkan uang kepada orang itu, yang katanya untuk keperluan pengurusan dan pengukuran tanah warga Karangnongko. Waktu itu saya tidak mampu, makanya saya cicil. Bukti kwitansinya ada kok. Ini negara hukum lho. Jangan asal bicara," tegasnya.

"Kenapa saya berani membiayai, karena saya sudah capek. Saya ingin cepat selesai. Ibaratnya sudah jatuh, biar cepat selesai. Kami akan taat hukum. Dan kami buktikan," tandasnya.

Ia menambahkan, tudingan yang menurutnya tak berdasar itu telah merugikan dirinya dan ketiga rekannya, baik secara kelembagaan maupun secara pribadi. Jika tudingan yang yang ditujukan padanya tak terbukti, ia akan melapor balik.

Baca Juga: UNU Blitar Pecat Oknum Dosen Pelaku Pelecehan Seksual

"Kami berempat sudah berkoordinasi. Kami sedang konsultasi dengan tim pengacara kami, tim pengacara partai. Saat ini kami juga sedang intens berkonsultasi dengan DPD maupun DPP terkait hal itu," ungkapnya.

"Kalau nanti tidak terbukti, maka kami akan lapor sendiri-sendiri. Termasuk partai nanti juga akan lapor. Kami akan lakukan langkah hukum sebaliknya. Silahkan terjemahan sendiri," pungkas Wasis.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.