Selasa, 16 Jun 2026 06:08 WIB

Wisata Kampung Coklat Blitar Padukan Nuansa Tradisional dengan Eropa

  • Penulis : CF Glorian
  • | Rabu, 01 Jan 2020 12:06 WIB
Wisata Kampung Coklat yang dipadukan nuansa Eropa
Wisata Kampung Coklat yang dipadukan nuansa Eropa

jatimnow.com - Wisata edukasi Kampung Coklat di Blitar pada awal tahun 2020 dipadati pengunjung. Berlokasi di Desa Plosorejo, Kademangan, Kabupaten Blitar, tempat wisata ini hadir dengan nuansa Eropa.

"Yang pasti agar semakin nyaman dan tidak berdesakan ya ketika masuk. Kita padukan gaya Eropa modern dengan tradisional Indonesia," ungkap Owner Kampung Cokelat, Khalid Mustofa, Rabu (1/1/2020).

Baca Juga: Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

Begitu masuk ke dalam, pengunjung disuguhi jembatan dengan nuansa arsitektur Jawa Kuno yang menonjolkan kayu besar sebagai tiang penyangga.

Tanaman kakao serta didukung 21 wahana permainan menjadi Kampung Cokelat cocok untuk berwisata edukasi bersama keluarga.

Baca Juga: Santriwati Asal Kediri Hilang Terseret Ombak di di Pantai Pangi Blitar

Memakan waktu perjalanan sekitar 20 menit dari Kota Blitar, wisata dengan 64 produk cokelat original ini memanjakan para pemburu cokelat dan berbagai olahannya.

Ia melanjutkan, pada bulan Desember jumlah pengunjung Kampung Cokelat mengalami kenaikan. Bulan biasanya, jumlah pengunjung kampung cokelat sekitar 120 ribu orang.

Sementara bulan Desember ada sekitar 200 ribuan orang berkunjung ke Kampung Cokelat.

Baca Juga: UNU Blitar Pecat Oknum Dosen Pelaku Pelecehan Seksual

"Sekarang sudah dari berbagai lokasi ya. Beberapa kali juga ada yang dari luar pulau seperti Balikpapan. Wisatawan mancanegara negara, setiap tahun rata-rata sekitar 200 orang," ujarnya.

Kampung Cokelat berdiri sejak tahun 2014 silam dengan dana investasi sekitar Rp 1 Miliar dengan luas lahan 700 meter persegi. Seiring berjalannya waktu, kampung cokelat terus berkembang. Luas Kampung Cokelat saat ini mencapai empat hektare dengan 435 tenaga kerja lokal.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.