Senin, 15 Jun 2026 19:37 WIB

Sebanyak 12 Kasus Bayi Stunting Ditemukan di Kota Blitar

  • Penulis : CF Glorian
  • | Sabtu, 28 Apr 2018 11:42 WIB
Kantor Dinas Kesehatan Kota Blitar.
Kantor Dinas Kesehatan Kota Blitar.

jatimnow.com - Dinas Kesehatan Kota Blitar mengakui selama periode 2017 hingga pertengahan bulan April 2018, sedikitnya dua belas bayi masuk kategori Stunting.

Bayi stunting atau bayi yang lahir dengan kondisi lebih parah ketimbang gizi buruk itu ditemukan oleh Dinas Kesehatan di tiga kecamatan.

Baca Juga: Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

"Sampai hari ini ada dua belas bayi. Dan dua belas bayi ini sudah kita konsultasikan dan kita rujukan ke RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar. Dan Alhamdulillah tidak ada yang meninggal akibat stunting," kata Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Kota Blitar dr. Dharma Setyawan ketika dihubungi jatimnow.com Sabtu (28/04/2018).

Dharma menjelaskan, stunting pada bayi bisa diakibatkan oleh beberapa faktor. Dari hasil temuan oleh Dinas Kesehatan, terjadinya kelahiran bayi stunting diantaranya akibat kelahiran secara prematur, dan lahir kondisi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR).

Kondisi ini membuat sejumlah organ penting pada bayi, seperti organ pencernaan belum mampu bekerja secara optimal. Menurutnya, bila tidak segera ditangani akan memicu munculnya gizi buruk yang diperparah menjadi stunting.

Baca Juga: Santriwati Asal Kediri Hilang Terseret Ombak di di Pantai Pangi Blitar

"Begitu kita tau kabar ada bayi yang demikian kita langsung cari nggih. Kita lakukan perawatan intensif serta dengan memberikan vitamin dan nutrisi. Nah, yang masuk ke RSUD Mardi Waluyo didominasi karena prematur dan diare," ungkap dia.

Kini kedua belas bayi tersebut, sudah dikembalikan lagi kepada orang tua mereka. Sedangkan untuk mencegah munculnya bayi stunting, Dinas Kesehatan terus melakukan monitoring ke Posyandu yang ada di Kota Blitar.

Baca Juga: UNU Blitar Pecat Oknum Dosen Pelaku Pelecehan Seksual

"Selain itu kalau kita temukan bayi dalam BGM (Bawah Garis Merah) kita langsung ambil cepat, biar tidak jatuh dalam stunting. Kita berikan PMT pemulihan selama sembilan puluh hari. Misal belum sembuh, terus kita intervensi pakai pakai susu dan sebagainya sampai normal lagi," imbuhnya.

Reporter: CF Glorian
Editor: Arif Ardianto




Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.