Jumat, 19 Jun 2026 12:23 WIB

Pemkot Bentuk Tim Penyelamat Perempuan untuk Evakuasi Korban Perairan

Pelatihan berenang bagi tim penyelamat Pemkot Surabaya
Pelatihan berenang bagi tim penyelamat Pemkot Surabaya

jatimnow.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya membentuk tim penyelamat perempuan yang bertugas mengevakuasi korban bencana di area perairan.

Tim yang terdiri dari aparat Satpol PP, BPB dan Linmas itu baru terbentuk satu bulan lalu.

Baca Juga: Surabaya Uji Coba Aplikasi Perlinsos, Pendataan Bansos 15 Menit Jadi

Kepala Badan Penanggulangan Bencana dan Linmas Kota Surabaya, Eddy Christianto mengatakan pembentukan tim penyelamat perempuan bertujuan untuk mengevakuasi korban bencana yang bergender perempuan.

"Sebenarnya, untuk pertolongan kepada korban (bencana) tidak ada pembedaan petugasnya apakah laki-laki atau perempuan. Karena yang terpenting adalah orangnya selamat dulu," katanya, Selasa (24/12/2019).

Namun sesuai arahan dari Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini bahwa di dalam penanganan korban bencana juga harus dilakukan dengan profesional. Artinya, di perairan, apabila korbannya perempuan, maka yang menolong juga perempuan.

"Untuk pelatihan, kita sudah bekerjasama dengan Basarnas dan Marinir, berkaitan dengan strategi dan langkah-langkah penyelamatan korban di sungai dan laut," ujarnya.

Baca Juga: Surabaya Jadi Percontohan Program Indonesia - UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut

Tim evakuasi korban bencana Pemkot Surabaya khusus laki-laki telah berlatih penyelamatan di laut. Sedangkan, tim perempuan, selama satu bulan ini mendapatkan pelatihan penyelamatan di sungai.

Satgas perempuan yang bertugas sebagai penyelamat di perairan, baik laut maupun sungai, berasal dari BPB dan Linmas sebanyak 10 orang, Satpol PP 6 orang, sementara PMK belum ada.

"Di PMK kebanyakan para petugasnya adalah laki-laki," sebutnya

Baca Juga: Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Ia menambahkan, untuk kesiagaan sekaligus sinergitas tanggap bencana maka pihaknya telah melaksanakan apel khusus dengan Polrestabes Surabaya beberapa waktu lalu. Selain menyiagakan para petugas, juga menyiapkan peralatan yang digunakan.

"Kita (BPB dan Linmas) ada 15 perahu, Satpol 6, dan PMK 4 perahu semuanya siap siaga. Kemudian kita juga siapkan chainsaw (gergaji-red) untuk menangani pohon tumbang, genset, lampu dan peralatan lain yang mendukung," terangnya.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.