Senin, 15 Jun 2026 02:56 WIB

Dishub Temukan 15 Armada Bus di Ponorogo Tak Layak Beroperasi

Petugas Dishub lakukan ramp check di Terminal Seloaji Ponorogo
Petugas Dishub lakukan ramp check di Terminal Seloaji Ponorogo

jatimnow.com - Sebanyak 15 bus di Terminal Seloaji Ponorogo diberikan sanksi penundaan keberangkatan karena dianggap membahayakan keselamatan penumpang disebabkan kondisi kendaraan yang tidak laik jalan, Rabu (18/12/2019).

Sanksi tersebut dilakukan petugas Dinas Perhubungan Ponorogo setelah melakukan ramp check menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2020.

Baca Juga: 25 Truk ODOL di Ponorogo Terjaring Razia, 2 Sopir Kabur

Kelima belas bus itu dijatuhi sanksi penundaan keberangkatan sampai ada perbaikan.

"Sebelum diganti tidak boleh berangkat," tegas Kepala Satpel Terminal Tipe A Seloaji, Eko Hadi Prasetyo.

Menurutnya, di Terminal Seloaji ada puluhan armada bus antar kota antar provinsi (AKAP) dan antar kota dalam provinsi (AKDP) yang berangkat setiap harinya.

Baca Juga: Dishub Ponorogo Terapkan Pembatasan Angkutan Barang Selama Lebaran 2025

Dari puluhan armada yang dilakukan pengecekan, kelima belas armada tersebut dinyatakan tidak laik jalan. Penyebab terbanyak karena ban yang sudah sangat jauh dari kata laik.

"Vulkanisir meskipun membahayakan kalau itu ban belakang dan masih bagus masih diteloransi. Tapi kalau sudah benar-benar botak, tidak boleh berangkat," ujarnya.

Ramp check yang dilaksanakan petugas terminal meliputi banyak hal. Mulai kelaikan ban, roda, lampu penerang dan isyarat, kondisi kaca, ban serep, dan lainnya.

Baca Juga: Pemeriksan Bus dan Tes Urine di Tulungagung, 2 Awak Positif Amphetamin

Kelima belas bus yang ditunda keberangkatannya itu wajib mengganti ban. Dan menurut Eko, tidak ada toleransi lantaran ban termasuk krusial dalam menjaga keselamatan para penumpang.

"Apalagi kalau ban depan, itu harus asli. Kebanyakan kami menemukan ban vulkanisir di bus-bus AKAP," tandasnya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.