Minggu, 14 Jun 2026 06:30 WIB

Cerita Polisi dan 6 Anak Punk Penumpang Vespa Rongsok di Pasuruan

  • Penulis : Moch Rois
  • | Kamis, 12 Des 2019 14:50 WIB
Anggota Unit Lantas Polsek Beji menggiring Vespa rongsok yang ditumpangi 6 anak punk ke pos lantas
Anggota Unit Lantas Polsek Beji menggiring Vespa rongsok yang ditumpangi 6 anak punk ke pos lantas

jatimnow.com - Vespa rongsok yang ditumpangi sejumlah anak punk dihentikan polisi saat melintas di Jalan Raya Surabaya-Pasuruan, tepat di wilayah Kecamatan Beji, sekitar 07.30 Wib, Kamis (12/12/2019).

Enam anak punk yang menaiki Vespa rongsok sepanjang 2,5 meter itu digiring ke Pos Lantas Polsek Beji. Mereka pun diminta membongkar Vespa rongsok yang mereka tumpangi.

Baca Juga: Sengketa Lahan TNI AL dan Warga 10 Desa Pasuruan Temui Titik Terang di DPR RI

"Dari keterangan yang kami gali, mereka memodifikasi Vespa seperti ini adalah cara menyalurkan hobi mereka," jelas Kanit Lantas Polsek Beji, Iptu I Gede Sukaana.

Para anak punk itu juga mengaku menggantung ratusan botol kosong bekas mengelilingi Vespanya sebagai bentuk kampanye cinta lingkungan.

"Asal-usul botol plastik itu mereka pungut dari jalan raya," ucap Gede.

Para anak punk saat membongkar rongsokan yang digantung di Vespa modif yang mereka tumpangiPara anak punk saat membongkar rongsokan yang digantung di Vespa modif yang mereka tumpangi

Baca Juga: Polisi Belajar Baik, Alasan IPDA Purnomo Pilih ODGJ yang Tak Bisa Berterima Kasih

Meskipun begitu Gede menerangkan bila seseorang yang memodifikasi kendaraannya, yaitu Vespa seperti itu dan mengendarainya di jalan raya, merupakan hal yang salah. Sebab, bisa membahayakan keselamatan berlalu lintas, apalagi di malam hari.

"Silhakan kalau mau nyalurkan hobi, salurkan dengan baik. Bukan dengan cara modif Vespa seperti ini. Dan jangan di jalan raya, karena harus menjaga keselamatan di jalan raya," ungkap Gede.

Sebagai bentuk hukuman, para anak punk harus membongkar Vespa rongsoknya. Meskipun mesinnya boleh dibawa pulang, tapi rangka mesin disita polisi.

Baca Juga: Simak Rekayasa Lalu Lintas Dampak Pembangunan Jembatan Bokwedi Pasuruan

"Setelah kami ajak makan. Keenam pemuda ini kami beri pengertian tentang keselamatan lalu lintas. Barulah kemudian mereka kami suruh membongkar mesinnya," ujarnya.

Keenam anak punk tersebut mengaku bernama Arman, Nur Fadly, Maulana, Galih Dwi asal Kabupaten Lumajang, Ramzi Fabriansyah asal Kabupaten Bogor Barat serta Dwi Rahardian asal Kota Cirebon.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Mandi Bareng Teman, Pelajar Sragen Tewas Tenggelam di Bengawan Solo Ngawi

Jasad korban berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan pada radius sekitar 50 meter dari titik awal ia dilaporkan tenggelam di kawasan Desa Mantingan, Kecamatan Mantingan.

Penyegaran Organisasi, Kasat dan Kapolsek Probolinggo Dimutasi

Kapolres mengajak seluruh jajaran Polres Probolinggo untuk terus menjaga profesionalisme dan menjunjung tinggi nilai-nilai Presisi.

Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Pelaku diketahui merupakan komplotan pembobolan toko lintas kota dan provinsi.

Cuaca Akhir Pekan Jatim: 4 Daerah Diminta Waspada Hujan Lebat

Peta peringatan dini ini merepresentasikan nilai akumulasi curah hujan harian paling tinggi dalam skala satu kabupaten atau kota.

Gol Larin Selamatkan Kanada dari Kekalahan Saat Melawan Bosnia-Herzegovina

Tuan rumah Kanada harus puas bermain imbang 1-1 di laga pembukan grup B Piala Dunia 2026.

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Waspadai potensi turunnya hujan dengan intensitas ringan di beberapa wilayah.