Senin, 15 Jun 2026 08:49 WIB

Kampung Kemasan, Jejak 'Hidup' Kawasan Elit Ratusan Tahun di Gresik

Jejak 'hidup' kawasan elit ratusan tahun di Kampung Kemasan, Gresik (Foto-foto: Sahlul Fahmi/jatimnow.com)
Jejak 'hidup' kawasan elit ratusan tahun di Kampung Kemasan, Gresik (Foto-foto: Sahlul Fahmi/jatimnow.com)

jatimnow.com - Deretan bangunan kuno tampak terawat di kawasan Pasar Gresik. Konon, bangunan-bangunan kuno itu dibangun sekitar tahun 1800-an.

Deretan bangunan kuno itu bisa ditemui di Jalan Nyai Ageng Arem Arem, khususnya di Kampung Kemasan. Di kawasan ini, bangunan-bangunan kuno itu tampak terawat dan masih difungsikan sebagai tempat usaha hingga hunian.

Baca Juga: Pemancing Tenggelam di Kali Lamong Gresik Akhirnya Ditemukan

Kampung Kemasan memang terdiri dari bangunan-bangunan kuno yang pada masanya tergolong sebagai kawasan elit. Sebab, kampung ini berdekatan dengan Pelabuhan Gresik yang saat itu menjadi pintu utama dan pusat perdagangan Kota Gresik dan sekitarnya.

Salah satu bangunan kuno di Kampung Kemasan, GresikSalah satu bangunan kuno di Kampung Kemasan, Gresik

"Karena alasan itulah, kawasan ini banyak dihuni oleh pedagang-pedagang kaya, termasuk buyut saya yang saat itu menjadi suplier kulit di seluruh Pulau Jawa," kata Oemar Zaenuddin, salah satu pemilik rumah kuno di Kampung Kemasan, Rabu (11/12/2019).

Pak Nud-sapaan akrab Oemar Zaenuddin menyebut, sekitar tahun 1850-an ada seorang warga keturunan Tionghoa bernama Bak Lie Ong yang berprofesi sebagai perajin perhiasan. Nama Bak Lie Ong cukup terkenal pada zaman itu.

Baca Juga: Pemancing Tenggelam di Kali Lamong Gresik, Pencarian Terkendala Arus Deras

"Karena banyak orang yang datang ke rumah Bak Lie Ong untuk pesan perhiasan, maka lama-lama orang menyebut kampung ini dengan sebutan Kampung Kemasan," ungkap Pak Nud.

Suasana Kampung Kemasan, GresikSuasana Kampung Kemasan, Gresik

Pria 79 tahun ini melanjutkan, baru pada tahun 1855, buyutnya yang bernama Haji Oemar bin Achmad mulai merintis bisnis kulit di Kampung Kemasan dan berjaya antara tahun 1860 hingga 1896.

Baca Juga: Kampung SIBA KLASIK Gresik Terapkan Kurban Minim Sampah

Karena sukses menguasai perdagangan kulit di Pulau Jawa, tak heran jika Haji Oemar mampu membangun rumah-rumah mewah bagi tujuh anaknya di Kampung Kemasan tersebut.

"Salah satu anaknya adalah kakek saya. Jadi hampir semua yang tinggal di Kampung Kemasan sini masih punya hubungan keluarga," tambah Pak Nud.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.