Selasa, 16 Jun 2026 07:56 WIB

Pilwali Surabaya 2020

Ketika Risma Diminta Maju Lagi dan Harapan Dahlan Iskan untuk Surabaya

Spanduk dukungan pada Risma yang terpasang di JPO Wonokromo
Spanduk dukungan pada Risma yang terpasang di JPO Wonokromo

jatimnow.com - Meski undang-undang sudah membatasi kepala daerah menjabat maksimal dua periode, namun masih ada yang berkeinginan Tri Rismaharini yang sudah dua periode menjadi wali kota kembali memimpin Kota Surabaya.

Seperti spanduk yang terpasang di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Wonokromo ini.  Spanduk warna hijau itu berbunyi 'Ini Surabaya, Bukan Tempat Uji Coba #RismaSelamanya'.

Baca Juga: DLU Sabet Penghargaan Entrepreneurial Marketing Jatim

Keberhasilan Wali Kota Risma memimpin Surabaya selama hampir sepuluh tahun ini nampaknya menjadi inspirasi tokoh wanita yang lain.

Salah satu bakal calon wali kota (bacawali) dari PDI Perjuangan, Dyah Katarina juga berebut dukungan warga Kota Pahlawan.

Reklame bergambar Dyah Katarina di seberang DPD PDI Perjuangan Jatim

Istri mantan Wali Kota Surabaya, Bambang Dwi Hartono ini memajang baliho dan reklame tersebar di Surabaya. Di perkampungan hingga jalan utama.

Salah satu pesan di dalam reklame Dyah Katarina berbunyi 'Suroboyo pingin duwe Ibu Wali Kota maneh rek..!!!.

Selain reklame, Dyah juga menyebar baliho di berbagai kampung. Salah satunya di sudut Taman Pelangi Surabaya.

Baliho milik Dyah itu bertuliskan 'Kalau Bu Risma Tak Bisa Selamanya, Harus Ada Penerusnya. #SurabayaButuhRisma dan #RismaSelamanya'.

Baliho Dyah Katarina di sudut Taman Pelangi Surabaya

Perlu diketahui, sejumlah nama telah meramaikan bursa Pilwali Surabaya 2020. Diantaranya, Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana, Kepala Bappeko Eri Cahyadi, Tokoh Muslimat NU Dwi Astuti, Sekkota Hendro Gunawan, Politisi PDI Perjuangan Armuji hingga Politisi Partai Demokrat Herlina Harsono Njoto.

Herlina juga telah menyebar reklame di berbagai sudut Kota Surabaya. Hanya saja Herlina memasang foto dirinya dan nama saja, tidak ada embel-embel lain.

Yang menarik, mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan secara tiba-tiba mendorong mantan Kapolda Jatim Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin.

Baca Juga: Gugatan PKPU Dahlan Iskan Ditolak, Jawa Pos Terbukti Tak Punya Utang

Dahlan mengatakan, banyak yang meminta jenderal yang telah banyak melakukan pembangunan di Mapolda Jatim itu untuk maju di Pemilihan Wali Kota Surabaya pada 2020 nanti.

"Sudah banyak yang menginginkan beliau. Sudahlah, bapak kan putra Surabaya dan sudah banyak membuktikan dimanapun ditempatkan membawa kemajuan. Dan itu sudah ada track record tidak bisa dihapus," ujarnya.

"Sudahlah, bapak maju lah jadi Wali Kota Surabaya, tapi sampai hari ini belum mau," pintanya saat di Banyuwangi pada Sabtu (23/11/2019).

Dahlan Iskan bersama Machfud Arifin usai nonton Teater Gandrik di Surabaya

Ketika nonton bareng Teater Gandrik di Surabaya, Dahlan Iskan kembali merayu mantan Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Ma'ruf Amin untuk Jatim itu.

Machfud Arifin dimintanya untuk melanjutkan tongkat estafet dari Wali Kota Risma yang telah berhasil membangun Kota Surabaya.

Baca Juga: Catatan Pena Herlina, Refleksi Hari Ibu 2025

"Harus tambah bagus lagi. Untuk itu memerlukan sosok pembangun yang berpikiran besar dan punya langkah besar. Beliau (Machfud Arifin) sangat-sangat cocok," tuturnya, Sabtu (8/12/2019).

"Ya kita semua lah, bukan hanya saya. Kita semua orang Surabaya tidak menginginkan Surabaya mundur, harus terus maju," tambahnya.

Menurut Dahlan Iskan, ketika salah memilih pemimpin, maka masa depan kota akan menjadi korban.

"Suatu daerah atau suatu kota itu, peran pemimpin sangat besar. Salah memilih pemimpin, masa depan kota kita yang menjadi korban. Sehingga tidak hanya saya, ini sebaiknya orang Surabaya harus berpikir demikian," paparnya.

Dahlan meminta, Machfud Arifin yang pensiunan bintang dua untuk rela berkorban demi Kota Surabaya.

"Demi Surabaya, beliau putra Surabaya, orang Surabaya, ya harus mau berkorban. Mengorbankan diri untuk kemajuan Surabaya," harapnya.

"Kalau untuk kepentingan pribadi beliau, mungkin tidak. Tetapi ini untuk kota beliau sendiri dan beliau harus memikirkan masa depan Surabaya," lanjut Dahlan Iskan.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.