Jumat, 12 Jun 2026 04:41 WIB

Sopir Bus Terjun ke Jurang di Blitar Dijadikan Tersangka

  • Penulis : CF Glorian
  • | Senin, 09 Des 2019 15:41 WIB
Bus Fabian Anugrah Trans berada di Rumah Penyimpanan Barang Sitaan Negara (Rupbasan) Blitar
Bus Fabian Anugrah Trans berada di Rumah Penyimpanan Barang Sitaan Negara (Rupbasan) Blitar

jatimnow.com - Polisi melakukan penyelidikan kecelakaan Bus Fabian Anugrah Trans dengan nopol AG 7555 UR yang menyebabkan lima korban tewas di kawasan Kesamben, Blitar pada Sabtu (7/12) lalu.

Dari sejumlah saksi mata maupun saksi ahli yang telah diminta keterangan, dugaan sementara penyebab kecelakaan akibat human error dari pengemudi bus yang mengangkut rombongan guru dan kepala sekolah TK di Tulungagung ini.

Baca Juga: Diduga Menjadi Korban Penganiayaan, Ajudan Wakapolres Blitar Alami Hidung Patah

Baca juga:  

Kasatlantas Polres Blitar, AKP Muhammad Amirul Hakim menyebut jika Miftakhul Huda (52), warga Desa/Kecamatan Kauman, Kabupaten Tulungagung tidak terlalu fokus saat mengemudi.

"Sementara yang bisa kita simpulkan, pengemudi kurang berkonsentrasi saat mengemudi. Memang di jarak tertentu terlihat ada truk mogok, mungkin disitulah sopir tidak berkonsentrasi. Saat banting kanan, pengemudi tidak melihat ada sepeda motor dari arah berlawanan. Jadi kita duga sopir juga tak melihat ada sepeda motor dari lawan arah," katanya, Senin (9/12/2019).

"Kalau soal lalai kami belum bisa ambil kesimpulan karena masih harus dikuatkan dengan berbagai pemeriksaan lainnya," lanjut Amirul.

Selain itu dari olah TKP diketahui jika sopir yang melajukan bus dengan kecepatan 60 hingga 70 kilometer per jam diduga tidak menginjak pedal rem saat menghindari truk mogok di tepi jalan.

Baca Juga: Bus Harapan Jaya Tabrak Truk Gandeng di Tulungagung

"Hal itu dibuktikan dengan tidak ada bekas rem atau pengereman di lokasi kejadian. Sehingga bus langsung terjun ke dalam jurang dasar sungai sedalam kurang lebih sepuluh meter," ungkapnya.

Ia menjelaskan, dari hasil olah TKP di lokasi tercatat ada 57 orang. Kecelakaan ini mengakibatkan 4 orang dari 56 penumpang bus tewas dan seorang pengendara sepeda motor juga meninggal.

Dari keterangan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur kepada polisi, bus yang dikendarai dalam keadaan laik jalan. Hanya saja, polisi tidak menemukan SIM pada sang sopir.

"Yang kami temukan hanya Buku Uji Kir dan STNK bus. Kami tidak menemukan SIM pada pengemudi bus tersebut. Pengendara sepeda motor ada SIM C. Kami tetapkan tersangka bukan hanya karena (pengemudi) belum punya SIM. Tapi yang jelas kelalaian perbuatan sang sopir karena menyebabkan orang meninggal dunia yaitu penumpang bus," terangnya.

Baca Juga: Bobol 3 Sekolah, Residivis Ini Ditangkap Satreskrim Polres Blitar

Direncanakan ada tiga saksi yang akan dipanggil untuk menyelidiki kasus kecelakaan bis Fabian Anugrah Trans. Laporan terakhir, kondisi Miftakhul Huda alias sopir bus masih belum bisa dimintai keterangan.

"Yang pasti kondisinya masih belum bisa dimintai keterangan karena kondisinya luka berat. Kami juga berkoordinasi dengan pihak rumah sakit terkait kondisinya (sopir bus)," tandasnya.

Sekitar 12 jam pasca kecelakaan, bus berhasil dievakuasi dan kini berada di Rumah Penyimpanan Barang Sitaan Negara (Rupbasan) Blitar.

Editor : Sutha Pratama
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.