Selasa, 16 Jun 2026 00:27 WIB

Ledakan di Monas Diduga Granat Asap, Polisi Sebut Dua TNI Terluka

Anggota Gegana Brimob Polri melakukan pemeriksaan TKP ledakan di kawasan Monas, Jakarta, Selasa (3/12/2019) (Foto: Antara/Nova Wahyudi)
Anggota Gegana Brimob Polri melakukan pemeriksaan TKP ledakan di kawasan Monas, Jakarta, Selasa (3/12/2019) (Foto: Antara/Nova Wahyudi)

jatimnow.com - Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono menyebut, ledakan yang terjadi di sekitar area Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat pada Selasa (3/12/2019) pagi, disebabkan oleh granat asap.

Gatot menyebut, ledakan itu terjadi di bagian sisi utara Monas, sekitar pukul 07.16 Wib.

Baca Juga: Sidang Gugatan Hilangnya Dana Nasabah OCBC NISP di Jakarta Hadirkan Ahli dari Unair

"Ini diduga granat asap yang meledak," kata Gatot kepada wartawan di Monas.

Gatot mengungkapkan, hingga saat ini pihaknya masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi maupun rekaman CCTV. Hal itu dilakukan untuk menyelidiki dari mana asal granat tersebut.

Baca juga:  

"Perkembangan bagaiamana, kita tunggu Labfor teman-teman yang menyelidiki di lapangan. TKP nanti dibuka setelah olah TKP. Kami kumpulkan info barang (granat asap) dari mana, nanti akan kami sampaikan lebih lanjut," terang Gatot.

Baca Juga: 5 Hotel di Jakarta Harga Mulai 500 Ribuan

Akibat ledakan itu, sambung dia, dua anggota TNI yang sedang berolahraga di sekitar TKP mengalami luka. Kini keduanya mendapatkan perawatan medis di RSPAD Gatot Soebroto.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk tetap tenang setelah ledakan granat asap tersebut.

"Kami imbau ke masyarakat tenang saja enggak usah khawatir, situasi Jakarta kami amankan dan enggak ada kejadian lebih jauh," tegas Gatot.

Baca Juga: Pilih Business Class untuk Penerbangan Surabaya - Jakarta, Apakah Worth It?

 

Lihat Artikel Asli

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama jatimnow.com dengan Republika.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Republika.co.id

Editor : REPUBLIKA.co.id
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.