Selasa, 16 Jun 2026 17:49 WIB

Dinilai Tak Perawan, Seorang Atlet Senam SEA Games Dipulangkan

 Ayu Kurniawati (tengah) menunjukkan medali yang diraih anaknya
Ayu Kurniawati (tengah) menunjukkan medali yang diraih anaknya

jatimnow.com - Dinilai tidak lagi perawan, Shalfa Avrila Sania, atlet cabang olah raga senam artistik asal Kota Kediri, terpaksa mengubur mimpinya untuk berlaga di ajang Sea Games 2019 Filipina.

Siswa kelas XII SMA di salah satu sekolah di Kebomas Kabupaten Gresik ini dipulangkan dengan alasan tidak lagi perawan. Padahal dari hasil pemeriksaan medis, tuduhan tersebut terbantahkan.

Baca Juga: Warga Kediri Serbu Perahu Tambang Imbas Penutupan Jembatan Kaliombo I

Saat ditemui di rumahnya, Ayu Kurniawati, ibunda Shalfa mengaku kecewa atas keputusan pemulangan anaknya. Menurutnya keputusan pelatih mencoret Shalfa dengan alasan keperawanan tersebut, merupakan alasan yang tidak masuk akal dan tidak mendasar.

"Syok, nggak nyangka kayak dilempar begitu aja. Nggak ada surat, nggak ada pemberitahuan langsung disuruh ambil. Alasannya, anak saya sering pulang malem terus anak ibu sudah nggak virgin. Katanya selaput daranya sudah robek kayak orang diperkosa gitu," ujarnya, Jumat (29/11/2019).

Ia menceritakan, dua pekan sebelum tim bertolak ke Filipina, yakni tanggal 13 November 2019, pihak keluarga diminta untuk mejemput atlet senam itu di Pelatnas.

Pihak keluarga yang mendapatkan laporan tersebut terkejut. Mereka kemudian berinisiatif untuk memeriksakan secara medis.

Baca Juga: Kota Kediri Raih Opini WTP 12 Kali Berturut-turut, Ini Pesan Mbak Wali

Dari hasil pemeriksaan, tim dokter memastikan bahwa selaput dara Shalfa masih dalam kondisi utuh, atau Hyman Intak. Namun hal tersebut tidak mampu membangkitkan semangat atlet yang telah mengoleksi 49 medali ini.

"Hasilnya masih virgin kata dokter, tapi pelatihnya masih meragukan," ujarnya.

Kuasa Hukum keluarga, Imam Muklas mengaku telah melayangkan surat laporan ke Presiden Joko Widodo, Kementerian Pemuda Dan Olahraga, serta pihak-pihak terkait lainnya.

Baca Juga: Jalan Kawi Kota Kediri Ditutup Mulai 5 Mei, Simak Rute Alternatifnya

Ia berharap, agar ada tindak lanjut kongkrit terkait keputusan pelatih yang dinilai merusak nama baik dan karir sang atlet penerima dua kali Satya Yasa Cundamani, penghargaan tertinggi dari Kota Kediri ini.

"Tidak ada harapan lebih selain pemulihan nama baik atlet berprestasi andalan Jawa Timur ini. Keluarga menganggap apa yang diperjuangkan dengan penuh pengorbanan oleh anaknya sejak kelas 2 sekolah dasar tersebut sirna seketika," kata Imam.

 

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.