Kamis, 18 Jun 2026 11:58 WIB

Rusaknya 37 Makam di Tasikmalaya, Polisi Sebut Pelakunya Anjing

Makam yang rusak di Tasikmalaya, Jawa Barat
Makam yang rusak di Tasikmalaya, Jawa Barat

jatimnow.com - Polres Tasikmalaya menyimpulkan pelaku perusakan puluhan makam di Desa Pakemintan, Kecamatan Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya, adalah hewan yaitu anjing.

Penyelidikan atas perusakan makam yang sempat menggegerkan warga sekitar itu pun akhirnya dihentikan.

Baca Juga: Kebijakan Pendidikan Jabar yang Bikin Geleng-Geleng Kepala

Baca juga:  

Kapolres Tasikmalaya, AKBP Doni Eka Putra mengatakan tergalinya beberapa makam di Pakemitan, Kecamatan Cikatomas yang awalnya dicurigai dilakukan oleh seseorang.

Namun, berdasarkan penyelidikan yang dilakukan polisi, perusakan itu merupakan ulah hewan.

"Kesimpulan itu didukung dengan temuan warga yang patroli saat kejadian dan fakta yang kita temukan di lapangan," kata dia, Kamis (21/11/2019).

Ia menjelaskan, pada Senin (11/11) malam warga melakukan patroli. Saat itu, ditemukan dua anjing di atas makam yang tergali.

Doni menambahkan, polisi yang turun langsung ke tempat kejadian perkara juga menemukan jejak binatang yang diindikasikan bekas kaki anjing.

Karena itu, polisi menyimpulkan pelaku perusakan makam itu adalah anjing.

Apalagi, menurut dia, polisi juga telah memasang kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian.

Baca Juga: Prabowo Ajak Nelayan Bangkitkan Ekonomi Skala Lokal

"Sejak saat itu tidak ada lagi pembongkaran makam di Pakemitan," ujar dia.

Sebelumnya, sebanyak 25 makam di TPU Kampung Pakemitan II, Desa Pakemitan, Kecamatan Cikatomas mengalami kerusakan, pada Jumat (8/11).

Makam-makam itu ditemukan warga dalam kondisi tergali pada bagian bawa nisan dengan diameter sekitar 10 sentimeter dan kedalaman 45 sentimeter.

Belum sempat pelaku ditemukan, kejadian perusakan makam berulang pada pada Senin (11/11) malam. Sebanyak dua makam tergali dengan kondisi serupa.

Pada Selasa (12/11), sebanyak delapan makam kembali ditemukan tergali dengan kodisi hampir sama dengan belasan makam yang rusak sebelumnya.

Baca Juga: Tempat Pemakaman Longsor sebabkan Puluhan Jenazah Bergelimpangan

Salah satu saksi mata kejadian itu, Anda Juanda (54 tahun) mengatakan makam-makam itu hanya tergali tanahnya.

Tak ada bagian lain dari makam yang dirusak. Bahkan, tak ada anggota tubuh atau kerangka jenazah yang hilang dari makam.

 

Lihat Artikel Asli

DisclaimerBerita ini merupakan kerja sama jatimnow.com dengan Republika.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Republika.co.id

Editor : REPUBLIKA.co.id
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.