Kamis, 18 Jun 2026 16:13 WIB

Rusaknya 37 Makam di Tasikmalaya Dicurigai Ulah Penganut Ilmu Hitam

Perusakan makam di Tasikmalaya, Jawa Barat
Perusakan makam di Tasikmalaya, Jawa Barat

jatimnow.com - Perusakan makam yang menggegerkan warga Desa Pakemitan, Kecamatan Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Sebab, sudah ada 37 makam yang ditemukan dalam kondisi rusak.

Perusakan makam terjadi dengan pola yang sama, yaitu tanah yang diambil adalah yang berada di dekat batu nisan. Kerusakan itu berupa lubang menganga dengan kedalaman sekitar 50 sentimeter dengan diameter 10 sentimeter.

Baca Juga: Kebijakan Pendidikan Jabar yang Bikin Geleng-Geleng Kepala

Dari pemeriksaan warga dan kepolisian, tidak ada tulang benulang di pemakaman yang hilang. Besar kemungkinan, pelaku perusakan hanya mengincar tanah di bagian atas makam.

"Tidak ada tulang yang diambil, karena paling lubangnya hanya ukuran sikut orang dewasa, jadi tidak sampai dasar makam," papar Sodikin (52), salah satu tokoh masyarakat Desa Pakemitan, Rabu (13/11/2019).

Baca juga:  

Sodikin mencurigai, kejadian perusakan yang pertama maupun kedua dilakukan oleh warga yang mendalami ilmu hitam atau pesugihan. Sebagai syaratnya, mereka harus mendapatkan atau mengambil tanah pemakaman.

"Kalau dari cerita orang tua dulu, tanah pemakaman itu bisa digunakan untuk ilmu hitam, ya syaratnya itu tea kudu ngambil tanah kuburan," papar Sodikin.

Baca Juga: Prabowo Ajak Nelayan Bangkitkan Ekonomi Skala Lokal

Saepulrohman (38) warga sekitar menambahkan, praktik pesugihan atau ilmu hitam biasanya menggunakan media tanah pemakaman sebagai syarat. Biasanya, syarat tanah makam itu untuk melumpuhkan usaha seseorang.

"Yang saya tau, biasanya untuk melumpuhkan usaha orang lain itu pake tanah kuburan. Kalau di wilayah sini memang ada dulu dukun kalau orang kampung bilang, tapi sudah lama meninggal," ungkap Saepulrohman.

Baik Sodikin maupun Saepulrohman berharap, kepolisian segera mengungkap misteri perusakan makam di kampungnya. Dengan demikian, tidak terjadi saling curiga di antara masyarakat yang akan berujung pada pertikaian.

Baca Juga: Tempat Pemakaman Longsor sebabkan Puluhan Jenazah Bergelimpangan

 

Lihat Artikel Asli

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama jatimnow.com dengan Republika.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Republika.co.id

Editor : REPUBLIKA.co.id
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.