Minggu, 21 Jun 2026 13:05 WIB

Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Bali, Sejumlah Bangunan Rusak

Ilustrasi gempa/ jatimnow.com
Ilustrasi gempa/ jatimnow.com

jatimnow.com - Gempa bumi magnitudo 5.1 yang mengguncang Pulau Bali sekitar pukul 17:21 Wib merusak sejumlah bangunan rumah dan pertokoan milik warga.

"Tembok bangunan retak milik Sachrul Ramdani," kata Kapusdatinmas BNPB Agus Wibowo dari laporan terbaru Pusdalops BPBD Provinsi Bali, melalui keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (14/11/2019).

Baca Juga: Gempa Manado 7,6 SR, Saatnya Pakai Fondasi Tahan Gempa

Kerusakan bangunan akibat gempa terjadi di sejumlah pertokoan di Desa Musi, Kecamatan Gerokgak, dengan tembok bangunan milik warga bernama Sachrul Ramdani dilaporkan mengalami retak-retak.

Bangunan rusak juga dilaporkan di Desa Telaga, Kecamatan Busungbiu dan di Desa Pangkungparuk, Kecamatan Seririt.

BNPB mengimbau warga untuk tidak panik dan hanya memantau informasi dari sumber resmi BMKG atau BNPB/BPBD.

Baca Juga: Terdampak Gempa Pacitan, Bangunan di Kota Blitar Ini Ambruk

Gempa bumi yang mengguncang Pulau Bali itu berada di 8.16 Lintang Selatan dan 114.90 Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer.

"Gempa ini tidak berpotensi tsunami," katanya.

Masih berdasarkan laporan terbaru dari Pusdalops BPBD Provinsi Bali, Agus menyebutkan guncangan yang sangat keras dirasakan oleh warga di Jembrana dalam selang waktu selama 5-8 detik sehingga mereka berhamburan keluar. Demikian halnya dengan warga di Denpasar yang juga merasakan guncangan gempa cukup keras.

Baca Juga: Gempa Tektonik M6,2 Guncang Pacitan, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

Selain itu, getaran gempa juga dirasakan dua kali di Buleleng sehingga membuat warga sempat panik. Meski demikian, belum ada laporan kerusakan dari daerah tersebut.

Sementara itu, getaran gempa yang lemah dirasakan oleh warga di Tabanan sehingga warga di sana dilaporkan tidak terlalu panik dengan adanya gempa tersebut.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.