Jumat, 12 Jun 2026 15:15 WIB

Nyolong 22 Motor, Empat Pemuda asal Surabaya Ditembak

Keempat pelaku curanmor diringkus Resmob Polrestabes Surabaya
Keempat pelaku curanmor diringkus Resmob Polrestabes Surabaya

jatimnow.com - Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya meringkus empat pemuda komplotan spesialis curanmor yang kerap beraksi di parkiran minimarket dan warnet di Kota Pahlawan.

Keempatnya adalah Ferdi (24), warga Jalan Kalilom Timur; Nanda (20), warga Jalan Perintis Pulungan, Kecamatan Sedati Sidoarjo; Edi P (21), warga Jalan Lebak Rejo Tambaksari dan Jainal (22), warga Jalan Dukuh Setro.

Baca Juga: Dua Bulan Operasi, 192 Bandit Jalanan Surabaya Dikerangkeng

Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya, Iptu Bima Sakti menjelaskan sesuai catatan petugas, sedikitnya 22 lokasi telah disatroni empat sekawan ini.

Keempat tersangka dikenal cukup sadis saat beraksi dan saat diamankan petugas di kos Jalan Kalidami, Surabaya mereka berusaha menyerang petugas sehingga mereka mendapat tindakan tegas terukur pada betis masing-masing.

"Mereka menyabetkan senjata tajam jenis pisau penghabisan ke arah anggota," kata Iptu Bima Sakti, Kamis (14/11/2019).

Ia menyebut untuk menggertak keempat tersangka, petugas sempat melepaskan tembakan peringatan ke udara. Namun, bukannya menyerah, mereka malah secara membabi buta menyabetkan pisau sembari berlari ke arah petugas.

"Karena khawatir membahayakan warga, kami terpaksa melakukan tindakan tegas terukur dengan menembak betis kanan satu tersangka. Namun, hal tersebut malah memancing emosi tiga tersangka lain hingga terus menyerang kami. Sesuai arahan pimpinan, kami terpaksa kembali melakukan tindakan tegas terukur dengan menembak tiga kaki tersangka lain," terangnya.

Dari hasil penyidikan, 22 lokasi yang dijarah sasaran komplotan ini adalah parkiran minimarket dan warnet.

Diantaranya parkiran minimarket Jalan Kapas Krampung, Jalan Bronggalan, Jalan Gebang Putih, sekitar Kampus ITS, Pasar Kapas Krampung, Jalan Karang Empat, Rumah Kos Jalan Bogen, kawasan Tropodo, Sidoarjo, Jalan Pacar Kembang, Minimarket di Jalan Tambaksari dan Apotik di Jalan Setro.

Lokasi lain adalah, parkiran di Pasar Gedangan, Sidoarjo sebanyak dua kali, minimarket dj Jalq Bronggalan, parkir di depan SMK V tepatnya di samping SPBU Dharma Husada, di parkiran seberang sate Ponorogo Jalan Kertajaya. Minimarket di Jalan Bronggalan, di Jalan Tropodo, Sidoarjo.

Baca Juga: Satreskrim Polres Ponorogo Ungkap kasus Curanmor, Dua Warga Brebes Ditangkap

"Selain minimarket dan parkiran, tersangka juga menyasar parkiran warnet yang terlihat sepi. Mereka berhasil menggondol motor di warnet yang berada di Jalan Bratang, serta warung kopi di kawasan Keputih," kata Bima.

Dalam beraksi, alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) 2013 ini menyebut jika keempat tersangka selalu berbagi tugas. Mereka secara bersama-sama mengendarai dua motor mencari sasaran.

"Setelah mendapatkan incaran, dua tersangka turun mendekati lokasi motor terparkir. Namun, mereka juga selalu melengkapi diri dengan senjata tajam dan beberapa jenis kunci letter T yang terbuat dari baja," ujarnya.

Tidak tanggung-tanggung, dari 22 lokasi yang sudah diacak-acak, para tersangka selalu mendapatkan hasil motor. Bahkan, dalam satu lokasi, mereka tidak jarang berhasil mendapatkan dua motor sekaligus.

"Dari hasil pengakuan, motor yang akan dicuri harus terlebih dulu sudah ada yang memesan. Selama kurang lebih dua tahun menjalankan aksi curanmor itu, mereka kerap mendapatkan pesanan tiga motor yakni Honda Beat, Honda Vario dan Honda Supra," papar mantan Kanitreskrim Polsek Pakal itu.

Baca Juga: Sindikat Mobil Bodong dan STNK Palsu Jaringan Pasuruan-Surabaya Dibongkar

Selain mencuri motor, petugas juga sempat dikagetkan dengan pengakuan tersangka. Mereka juga tidak segan melakukan aksi penjambretan saat ada kesempatan di jalan.

Itu diperkuat dari barang bukti beberapa kalung emas yang ditemukan di kos yang sengaja digunakan untuk menyimpan hasil curian itu

Polisi juga menyita barang bukti belasan kunci letter T berbagai bentuk, berbagai kunci palsu yang digunakan untuk mengelabui petugas saat membawa hasil curian, enam motor hasil curian yang belum sempat dijual, serta satu pisau penghabisan yang sempat digunakan untuk menyerang petugas.

Ferdi, salah satu tersangka mengaku jika mata kunci letter T yang digunakan untuk beraksi itu sengaja dibuat dari bahan dasar baja dan dicetak sendiri.

"Mata kuncinya buat sendiri dari baja. Kami sengaja membeli peralatan untuk melebur baja," kata Ferdi.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.