Sabtu, 20 Jun 2026 00:46 WIB

Atap Sekolah Ambruk

Polisi: 2 Tersangka Bukan Lulusan Teknik & Tak Miliki Kecakapan Khusus

Dua tersangka ambruknya atap SDN Gedong yang ditangkap Polda Jatim
Dua tersangka ambruknya atap SDN Gedong yang ditangkap Polda Jatim

jatimnow.com - Kontraktor yang mengerjakan proyek gedung SDN Gentong, Kota Pasuruan ternyata hanya lulusan sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA).

Polisi telah menetapkan 2 tersangka yakni, DM dan SE. DM yang hanya lulusan SMP, adalah kontraktor sekaligus pengawas proyek atap SDN Gedong.

Baca Juga: Polda Jatim Bongkar Sindikat Jual Beli OTP Ilegal, Untung Hingga Rp1,2 Miliar

Sedangkan SE, lulusan SMA sebagai mandor. Kedua tersangka berkecimpung di bangunan sejak 2004.

"Tersangka tidak memiliki kecakapan khusus. Background yang bersangkutan memang bukan teknik dan tidak memiliki kecakapan khusus," kata Direktur Reserse Kriminal Umum, Kombes Pol Gidion Arif Setiawan di halaman gedung Ditreskrimum Polda Jatim, Jalan A Yani, Surabaya, Senin (11/11/2019).

Keduanya ditetapkan sebagai tersangka setelah hasil uji laboratorium forensik Kepolisian RI Cabang Surabaya keluar. Dari hasil laboratorium, semua material bagian atap gedung SDN Gentong diketahui tidak sesuai spesifikasi.

"Itu menjadi bukti kelalaian yang disangkakan kepada keduanya. Dan bangunan itu tinggal menunggu waktu saja untuk roboh," ujarnya.

Apa saja ketidaksesuaian spesifikasi bangunan yang dikerjakan tersangka?

Kata Gidion, banyak yang cukup mencolok. Misalnya, pada kolom atau ring balok yang semestinya diisi empat besi berdiameter 12 milimeter, hanya diisi tiga besi.

"Itu pun spesifikasinya kurang dari perencanaan. Istilahnya menggunakan besi banci," katanya sambil menambahkan, hasil uji laboratorium ketemu delapan koma sekian mili diameternya.

Baca Juga: Polda Jatim Ringkus 11 Tersangka Sindikat Penipuan Segitiga Jual Beli Mobil

Material pada beton juga tidak sesuai dari kontrak. Pasir yang digunakan juga menggunakan pasir biasa serta tidak sesuai perencanaannya yakni menggunakan pasir dari Lumajang yang terkenal daya ikatnya cukup bagus.

Kedua tersangka ini hanya mengerjakan proyek pada renovasi bagian atap untuk empat kelas. Proyek tersebut menggunakan anggaran sekitar Rp 200 juta dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2012.

"Dalam satu paket (DAK) mereka mengerjakan beberapa proyek," terangnya.

Ditanya kemungkinkan ada tersangka lainnya dalam kasus tersebut.

"Kasus ini masih terus kita dalami," katanya.

Baca Juga: Kejari Jember Periksa 20 Saksi Terkait Dugaan Korupsi Dana BOS

Selain dugaan kelalaian yang mengakibatkan orang meninggal dunia dan luka-luka, Polda Jatim juga akan mengusut dugaan korupsi pada proyek tersebut.

"Terkait anggaran dan dugaan korupsinya, itu ditangani Ditreskrimsus,” jelasnya.

Atap bangunan kelas II B, II A, V B, V A, SDN Gentong Kota Pasuruan ambruk dan menimpa guru dan murid yang sedang beraktifitas di dalam kelas sekitar pukul 08.15 Wib, Selasa (5/11/2019).

Ambruknya atap sekolah ini menyebabkan dua orang tewas yaitu Irza Almira (8), murid kelas 2B asal Kelurahan Gentong, Kecamatan Gadingrejo dan seorang guru yang saat itu berada di kelas 5A, Sevina Arsy Wijaya (19), warga Mandaranrejo, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan.

Selain menyebabkan dua korban tewas, kejadian ini juga mengakibatkan 11 murid SDN Gentong Kota Pasuruan mengalami luka-luka dan 2 siswa diantaranya mengalami patah tulang.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.