Jumat, 12 Jun 2026 08:02 WIB

Insiden Pembuangan Dokumen Diskominfo Surabaya Berakhir Damai

  • Penulis : LKBN Antara
  • | Minggu, 10 Nov 2019 16:02 WIB
Anggota PSI, Alfian Limardi dan Kepala Diskominfo, M Fikser/ foto istimewa
Anggota PSI, Alfian Limardi dan Kepala Diskominfo, M Fikser/ foto istimewa

jatimnow.com - Insiden 'pembuangan' dokumen RAPBD 2020 oleh anggota Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Alfian Limardi saat pembahasan RAPBD bersama Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kota Surabaya, M Fikser, berakhir.

"Kami sudah mempertemukan kedua belah pihak, yakni Pak Alfian dan Pak Fikser (Kepala Diskominfo Surabaya) disaksikan Ketua DPRD Kota Surabaya di ruang kerja Ketua DPRD Surabaya siang tadi," kata Wakil Ketua BK DPRD Surabaya, Riswanto, Minggu (10/11/2019).

Baca Juga: Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Menurut dia, pada pertemuan tersebut sudah disepakati bahwa kedua pihak menyatakan sudah saling introspeksi dan saling memaafkan.

Untuk itu, lanjut dia, polemik tersebut bisa diakhiri dan tidak perlu berlanjut.

"Ini 'kan Hari Pahlawan jadi semangatnya saling memaafkan," kata politikus PDI Perjuangan ini.

Alfian Limardi telah meminta maaf atas tindakannya yang kurang beretika dengan melempar dokumen RAPBD Surabaya 2020 saat pembahasan RAPBD bersama Diskominfo Kota Surabaya beberapa waktu lalu.

"Saya minta maaf kepada Pak Fikser (Kepala Diskominfo M. Fikser) dan seluruh anggota DPRD Surabaya. Semoga ke depan komunikasi dan hubungan baik terus terjalin," katanya.

Alfian mengaku sebagai anggota DPRD yang baru masih perlu banyak belajar.

Baca Juga: Catatan Kritis DPRD Surabaya di Moment HJKS ke 733

Menurut dia, pelemparan dokumen Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) RAPBD Surabaya di hadapan Kepala Diskominfo M. Fikser tersebut merupakan murni spontanitas.

"Saya berjanji akan terus belajar, termasuk menahan emosi dan tata cara berkomunikasi di ruang publik," ujarnya.

Kepala Diskominfo Surabaya M. Fikser sebelumnya sempat membenarkan adanya kejadian tersebut.

Menurut dia, kejadian tersebut cukup memalukan bagi anggota DPRD Kota Surabaya yang merupakan mitra pemkot dalam pembahasan RAPBD.

Baca Juga: APBD Surabaya Rp12,7 Triliun, Difabel Desak Perda Perlindungan

"Saya kecewa tetapi saya sudah memaafkan," katanya.

Sebelumnya, Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwiyono mengatakan bahwa anggota dewan semestinya bertindak sopan dalam menyampaikan pendapat atau tanggapan.

Hal itu sudah diatur dalam Tata Tertib DPRD Kota Surabaya bahwa seorang anggota dewan dalam menyampaikan pendapatnya harus sopan dan tertib.

"Anggota dewan memang harus kritis. Akan tetapi, bukan berarti boleh marah-marah sekenanya. Tetap ada tatanannya. Ada aturannya," ujarnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.