Kamis, 18 Jun 2026 23:12 WIB

Presiden Jokowi: Bangsa yang Besar Harus Menghargai Jasa Pahlawan

Presiden Joko Widodo dan ahli waris tokoh asal Sumatera Barat Ruhana Kudus di Istana Negara, Jakarta, Jumat (8/11/2019)/ Foto: Antara/Puspa Perwitasari
Presiden Joko Widodo dan ahli waris tokoh asal Sumatera Barat Ruhana Kudus di Istana Negara, Jakarta, Jumat (8/11/2019)/ Foto: Antara/Puspa Perwitasari

jatimnow.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin upacara Hari Pahlawan Nasional 2019 di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta, Minggu (10/11/2019).

Upacara digelar pada pukul 08:10 Wib dan dihadiri oleh para pejabat negara, ASN, siswa, hingga para veteran.

Baca Juga: Hotel di Surabaya Ini Rayakan Hari Pahlawan dengan Menjamu Veteran dan Janda Veteran

Presiden Jokowi dan Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin tiba sejak pukul 07:30 Wib. Mengawali upacara, dilakukan penghormatan kepada arwah pahlawan.

Kemudian terdengar suara sirine panjang untuk mengenang pertempuran 10 November 1945 di Surabaya dan dilanjutkan dengan mengheningkan cipta.

Presiden Jokowi kemudian melakukan penghormatan dengan meletakkan karangan bunga di Tugu TMP Kalibata Jakarta, tepat di bawah patung burung Garuda.

Setelah mengakhiri upacara, Presiden Jokowi dan Wapres Ma'ruf Amin melakukan tabur bunga di makam para pahlawan. Presiden Jokowi mengatakan, sebagai bangsa yang besar harus menghargai dan menghormati jasa para pahlawan.

"Bangsa besar adalah bangsa yang mau menghargai, menghormati jasa-jasa pahlawannya," katanya.

Baca Juga: Hari Pahlawan, MK RI Ukir Sejarah di Uzbekistan

Namun, pemerintah dan masyarakat Indonesia masih harus meneruskan perjuangan para pahlawan. Yakni dengan memberantas kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan, dan juga kesenjangan di masyarakat yang masih menjadi pekerjaan rumah selama ini.

"Kita ingat bahwa para pahlawan telah berjuang, merebut, mempertahankan kemerdekaan kita, negara kita," ujarnya.

Sebelum melaksanakan upacara peringatan hari pahlawan, Presiden Jokowi juga telah menganugerahkan gelar pahlawan tahun 2019 kepada enam tokoh pada Jumat (8/11) lalu.

Mereka adalah Abdoel Kahar Moezakir, Alexander Andries Maramis, KH Masykur, Prof M Sardjito, Ruhana Kudus, dan juga Sultan Himayatuddin.

Baca Juga: Peringati Hari Pahlawan, Bupati Gresik Tekankan Nilai Kesabaran dan Pengabdian

 

Lihat Artikel Asli

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama jatimnow.com dengan Republika.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Republika.co.id

Editor : REPUBLIKA.co.id
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.