Rabu, 10 Jun 2026 08:47 WIB

KRI Bima Suci Singgah di Banyuwangi Usai Keliling 9 Negara

Para Taruna AAL melaksanakan tradisi Parade Roll di KRI Bima Suci saat hendak sandar di Banyuwangi
Para Taruna AAL melaksanakan tradisi Parade Roll di KRI Bima Suci saat hendak sandar di Banyuwangi

jatimnow.com - Kapal Republik Indonesia (KRI) Bima Suci sandar di Banyuwangi, setelah menyelesaikan misi diplomasi dan budaya ke 9 negara, Sabtu (9/11/2019). Warga Banyuwangi menyambut meriah kedatangan salah satu kapal layar latih kebanggaan Indonesia ini.

Sebelum merapat, KRI Bima Suci melaksanakan tradisi Parade Roll di perairan Selat Bali. Atraksi dimulai taruna dan taruni AAL dengan memenuhi tiang-tiang kapal layar dan melambaikan tangan kepada masyarakat di sekitar dermaga saat kapal akan bersandar.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Melihat aksi yang dilakukan taruna AAL tersebut, warga yang telah menunggu spontan melambaikan tangan ke arah KRI Bima Suci.

Setelah melakukan Parade Roll, menjelang pukul 09.00 Wib, KRI yang membawa 103 Taruna AAL yang tergabung dalam Satuan Tugas Kartika Jala Krida 2019 ini merapat di Pelabuhan Tanjung Wangi Banyuwangi.

Upacara penyambutan dilakukan meriah. Para awak KRI Bima Suci langsung disambut Pangko Armada Il Laksamana Muda Heru Kusmanto, Gubernur AAL Laksamana Muda Hadi Sucipto, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar, Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko serta jajaran forpimda Banyuwangi.

KRI Bima Suci disambut meriah di BanyuwangiKRI Bima Suci disambut meriah di Banyuwangi

KRI Bima Suci yang dikomandoi Letkol Laut (P) Waluyo ini, membawa 211 personel yang terdiri dari 103 taruna AAL, 19 instruktur dan 89 awak kapal. Tercatat, kapal ini sudah singgah di 13 kota di 9 negara.

"Kami telah menyelesaikan perjalanan ke sembilan negara. Terakhir, kami singgah di Darwin (Australia), lalu bertolak ke Banyuwangi," ungkap Komandan KRI Bima Suci Letkol Laut (P) Waluyo.

Perjalanan yang dimulai sejak 5 Agustus 2019 dari Surabaya itu, mendatangi Filipina, Jepang, Korea Selatan, Tiongkok, Brunai Darussalam, Malaysia, Myanmar, Thailand dan Australia. Misi diplomatik bertajuk Kartika Jala Krida 2019 itu, juga akan kembali lagi ke Surabaya tepat para hari ke-100.

Banyuwangi menjadi salah satu kota yang disinggahi, sebagai bagian dari dukungan atas pembangunan pariwisata di Banyuwangi.

"Kami melihat Banyuwangi sedang serius membangun pariwisata kemaritiman. Oleh karena itu, kami sandar di sini untuk memberikan dukungan atas upaya tersebut," jelas Letkol Laut (P) Waluyo.

Baca Juga: KRI Bima Suci Lanjut Etape 5, Misi Diplomasi Maritim Berlanjut

"Ini merupakan bagian dari kurikulum para taruna untuk mempraktikan berbagai ilmu yang telah didapat di kelas, seperti astronomi dan lainnya," terangnya.

Para pejabat menyambut para Taruna ALL awak KRI Bima Suci yang singgah di BanyuwangiPara pejabat menyambut para Taruna ALL awak KRI Bima Suci yang singgah di Banyuwangi

Letkol Laut (P) Waluyo juga mengajak warga untuk bisa melihat lebih dekat KRI ini, termasuk siswa-siswa sekolah. Ini agar pelajar tertarik untuk mengikuti jejak taruna untuk mengabdi pada negeri ini melalui AAL.

Selama di Banyuwangi, para taruna AAL ini juga akan mempertontonkan kehebatannya dalam bermain drumband di sekitar Jalan Ahmad Yani.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas yang juga turut menyambut kedatangan KRI Bima Suci, mengapresiasi kehadiran kapal yang memiliki panjang 111,2 meter tersebut.

Baca Juga: Lanjutkan Perjalanan ke Singapura, KRI Bima Suci Tinggalkan Colombo

"Hal ini membanggakan bagi Banyuwangi. Kami berharap para taruna memiliki wawasan tambahan tentang Banyuwangi untuk kemudian bisa disampaikan ke dunia dalam misi-misi yang lain," papar Bupati Anas.

Kehadiran kapal yang dibuat galangan kapal Freire, Spanyol itu, lanjut Bupati Anas, juga bisa menjadi sarana pembelajaran bagi masyarakat Banyuwangi dan sekitarnya.

"Anak-anak bisa datang ke sini untuk belajar tentang perkapalan dan dunia pelayaran," ungkapnya.

KRI Bima Suci sendiri bakal singgah di Banyuwangi selama dua hari. Kapal ini terbuka untuk umum selama berada di pelabuhan. Masyarakat umum bisa mengunjungi kapal yang selesai dibuat pada 2017 itu.

"Ini merupakan kesempatan bagi masyarakat untuk melihat secara langsung bagaimana kehebatan TNI AL sebagai pilar penjaga kedaulatan laut Indonesia dan komponen penting untuk mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia. Sekaligus ini bisa menjadi bagian dari transformasi spirit nasionalisme dan profesionalisme TNI AL bagi anak-anak muda Banyuwangi," pungkas Bupati Anas.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.