Senin, 22 Jun 2026 10:35 WIB

Aksi Keprihatinan Siswa di Blitar untuk Ambruknya Atap SDN Gentong

  • Penulis : CF Glorian
  • | Kamis, 07 Nov 2019 13:36 WIB
Para siswa MI Al Irsyad, Desa Karangbendo, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar belajar di luar kelas
Para siswa MI Al Irsyad, Desa Karangbendo, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar belajar di luar kelas

jatimnow.com - Ada yang berbeda dengan kegiatan belajar mengajar para siswa Madrasah Ibtidayah (MI) Al Irsyad, Desa Karangbendo, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar. Para siswa mengikuti pelajaran di luar kelas.

Para siswa mengikuti kegiatan belajar mengajar di tanah garapan warga di tepi hutan dekat dengan desa tersebut. Mereka terlihat serius memperhatikan penjelasan gurunya memberikan pelajaran.

Baca Juga: Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

"Rasanya asyik. Tempatnya teduh untuk belajar," ungkap Natsya Dwi Ningtyas, siswi kelas 3 MI tersebut, Kamis (7/11/2019).

Dengan duduk di bawah pepohonan rindang, mereka juga sesekali melihat sekitar hutan. Kegiatan belajar mengajar itu berlangsung serius meski berada di luar ruang kelas.

Baca Juga: Santriwati Asal Kediri Hilang Terseret Ombak di di Pantai Pangi Blitar

"Kalau begini asyik. Kalau bisa gini lagi biar nggak bosen," tambah Ari Dwi Cahyono, siswa lain.

Kegiatan belajar mengajar ini rupanya dilakukan sebagai bentuk solidaritas dan keprihatinan atas insiden ambruknya atap empat ruang kelas di SDN Gentong, Kota Pasuruan yang menyebabkan satu siwa dan seorang guru tewas tertimpa.

Baca Juga: UNU Blitar Pecat Oknum Dosen Pelaku Pelecehan Seksual

Selain itu, kegiatan belajar di luar kelas ini sebagai bentuk peringatan Hari Anak Universal Sedunia yang jatuh pada 20 November. Kegiatan ini juga sesuai dengan instruksi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, yang mengintruksikan siswa-siswi belajar di luar ruang.

"Ini wujud keprihatinan kita kepada SDN di Pasuruan. Anak-anak di sana terpaksa belajar di luar ruangan karena memang kondisinya (bangunan) tak bisa digunakan," tutur Guru MI Al Irsyad, Haniyatus Sholikah.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.