Rabu, 17 Jun 2026 19:05 WIB

Selidiki Ambruknya Atap SDN di Kota Pasuruan, Polisi Periksa 10 Saksi

  • Penulis : Moch Rois
  • | Rabu, 06 Nov 2019 18:02 WIB
Polisi mendatangi lokasi SDN Gentong Kota Pasuruan yang atapnya ambruk
Polisi mendatangi lokasi SDN Gentong Kota Pasuruan yang atapnya ambruk

jatimnow.com - Satreskrim Polres Pasuruan Kota yang menyelidi kasus ambruknya atap empat ruangan kelas SDN Gentong telah memeriksa 10 saksi.

Kasat Reskrim Polres Pasuruan Kota, AKP Slamet Santoso mengatakan kesepuluh saksi tersebut adalah orang-orang yang mengetahui tentang pengerjaan renovasi 4 ruang kelas tersebut.

Baca Juga: Dua Kali Diteror Molotov, Warga Pasuruan Ajukan Perlindungan LPSK

Baca juga:  

"Saat ini masih ada 10 saksi yang kami periksa. Semuanya berhubungan dengan proyek tersebut," kata AKP Slamet saat dihubungi jatimnow.com, Rabu (6/11/2019).

Dari hasil penyelidikan, diketahui jika proyek renovasi atap ruangan kelas yang ambruk tersebut bukanlah proyek yang ditenderkan. Namun pengerjaan proyek tersebut adalah proyek swakelola.

"Ini kan proyek swakelola jadi penyelidikannya masih panjang," ujarnya.

Ia meneruskan, pihaknya menemukan keterangan tambahan baru jika renovasi atap kelas yang ambruk ini dikerjakan pada tahun 2012.

Baca Juga: Atap Kelas SDN Curah Nongko 3 Jember Ambruk, Siswa Belajar di Ruang Mirip Gudang

Temuan tersebut berbeda dengan keterangan Kapolres Pasuruan Kota, AKBP Agus Sudaryatno yang sebelumnya mengatakan jika renovasi atap ruang kelas yang ambruk dilakukan pada 2017.

"Namanya juga ini masih penyelidikan," pungkasnya.

Atap bangunan kelas II B, II A, V B, V A, SDN Gentong Kota Pasuruan ambruk dan menimpa guru dan murid yang sedang beraktifitas di dalam kelas sekitar pukul 08.15 Wib, Selasa (5/11/2019).

Baca Juga: Atap Kelas SDN di Jember Ambruk, Sempat Ajukan Perbaikan untuk Ruangan Lain

Ambruknya atap sekolah ini menyebabkan dua orang tewas yaitu Irza Almira (8), murid kelas 2B asal Kelurahan Gentong, Kecamatan Gadingrejo dan seorang guru yang saat itu berada di kelas 5A, Sevina Arsy Wijaya (19), warga Mandaranrejo, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan.

Selain menyebabkan dua korban tewas, kejadian ini juga mengakibatkan 11 murid SDN Gentong Kota Pasuruan mengalami luka-luka dan 2 siswa diantaranya mengalami patah tulang.

 

 
 
Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.