Minggu, 21 Jun 2026 02:00 WIB

Perjuangkan Perubahan RTRW Trenggalek, Ini Langkah Bupati Nur Arifin

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin

jatimnow.com - Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin atau Mas Ipin berusaha memperjuangkan perubahan penyesuaian Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) di daerah yang dipimpinnya.

Menurutnya, deviasi peruntukan RTRW dianggap tidak relevan lagi dengan perkembangan wilayah maupun bertentangan dengan rencana Proyek Strategis Nasional yang akan dikembangkan di Trenggalek.

Baca Juga: Wabup Syah Serahkan Sapi Kurban Prabowo di Trenggalek, Dibeli dari Pogalan

Bersama jajaran yang mendampinginya berkunjung ke Kementrian Agraria dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional (ATR BPN), Senin (4/11/2019), Bupati Nur Arifin memaparkan bagaimana rencana perubahan RTRW yang tengah diajukan.

"Kita melakukan pertemuan lintas sektor yang dihadiri langsung Pak Dirjen Tata Ruang. Kita tadi memaparkan asumsi-asumsi perubahan Perda RTRW kita," ujarnya.

Baca Juga: Bupati Trenggalek Harap Koperasi Merah Putih Berjalan Sesuai Harapan Prabowo

"Di Undang-undang nomor 26 tahun 2007 jelas sudah diamanatkan bahwa RTRW 5 tahun bisa dirubah atau ditinjau kembali. Kemudian tahun 2017 kemarin kita tinjau kembali dan skor deviasinya 61 persen jadi kita sesuaikan karena banyak asumsi Proyek Strategis Nasional mulai dari Bendungan, JLS, Selingkar Wilis dan yang lainnya," lanjutnya menerangkan.

Perubahan yang disampaikan diharapkan ada kepastian dari Kementrian ATR BPN jika revisi ini bisa disetujui dan dibahas dengan DPR. Dengan kepastian investasi, pemanfaatan lahan dan perkembangan wilayah, maka ujung-ujungnya masyarakat bisa dapat kepastian karena telah memiliki sistem yang berbasis GIS.

Baca Juga: ASN Pemkab Trenggalek Kompak Kenakan Baju Muslim di Hari Santri

"Sehingga setiap orang bisa mengetahui secara pasti peta secara digital apa pemanfaatan tata ruang wilayah di Trenggalek. Diharapkan dengan adanya perubahan RTRW, semua infrastruktur yang dibangun bisa sesuai dengan kondisi tata ruang, sehingga ekonomi juga ikut bergerak," tandasnya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.