Selasa, 16 Jun 2026 11:00 WIB

Warga Ponorogo Korban Konflik Wamena Terima Bantuan Uang Tunai

Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni bersama para warganya yang menjadi korban konflik Wamena
Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni bersama para warganya yang menjadi korban konflik Wamena

jatimnow.com - Sebanyak 15 kepala keluarga asal Ponorogo korban konflik Wamena, Papua yang sempat mendatangi Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos dan P3A), langsung diundang untuk bertemu Bupati Ipong Muchlissoni, Senin (4/10/2019).

Dalam pertemuan itu, 15 kepala keluarga (kk) yang terdiri dari 23 warga tersebut mendapat bantuan dari Pemkab Ponorogo, salah satunya yaitu uang tunai. Sedangkan beberapa poin bantuan lainnya, masih menunggu waktu realisasi.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Koordinator warga Ponorogo korban konflik Wamena Erissa Dwi Siswandani mengaku bersyukur karena mendapatkan bantuan sebesar Rp 5 juta setiap kepala keluarga dari Pemkab Ponorogo. Selain itu, mereka juga mendapat bantuan Rp 2 juta per kk dari Palang Merah Indonesia (PMI) Ponorogo.

"Kami sudah dibantu, kami terimakasih banyak," tutur Erissa.

Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni memberikan bantuan uang tunai bagi warganya yang jadi korban konflik Wamena, secara simbolisBupati Ponorogo Ipong Muchlissoni memberikan bantuan uang tunai bagi warganya yang jadi korban konflik Wamena, secara simbolis

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Kini, Erissa dan para korban lainnya tengah menunggu perpindahan identitas kependudukan. Dalam pertemuan tersebut, Bupati Ipong mengaku akan membantu para korban untuk mendapat pekerjaan.

Bupati Ipong menjelaskan, dalam sepekan terakhir, Pemkab Ponorogo mencari rujukan aturan yang memungkinkan, sebelum sumbangan uang tunai itu akhirnya diberikan. Sedangkan untuk bantuan sembako, sudah dilakukan sejak 23 orang itu kembali ke Ponorogo.

"Kami juga harus mengkaji kependudukan dan kepewagaian dan sudah ketemu solusinya. Saya baru mendapatkan keberanian setelah semua clear," terang Bupati Ipong.

Baca Juga: Jembatan Merah Putih Presisi di Ponorogo Permudah Akses Warga dan Anak Sekolah

Untuk masalah pekerjaan, Bupati Ipong menyebut bila dirinya siap membantu pemodalan. Sebagai contoh salah satu korban bernama Siti, yang dulunya sebagai penjahit, maka pihaknya memberikan bantuan berupa mesin jahit.

Sebanyak 15 keluarga korban konflil Wamena itu sebelumnya mendatangi Kantor Dinsos P3A Ponorogo pada Rabu (30/10/2019). Mereka meminta agar Pemkab Ponorogo memberikan bantuan.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.