Minggu, 07 Jun 2026 22:32 WIB

BPCB: Situs Kumitir Mojokerto Tempat Pendharmagaan 2 Raja Singasari

Eskavasi Situs Kumitir Mojokerto
Eskavasi Situs Kumitir Mojokerto

jatimnow.com - Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman (PCBM), Direktorat Jenderal Kebudayaan Republik Indonesia bekerjasama dengan Tim arkeolog Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) telah melakukan ekskavasi Situs Kumitir di Dusun Bendo, Mojokerto selama 10 hari.

Arkeolog BPCB Jawa Timur, Wicaksono Dwi Nugroho mengatakan setelah 10 hari dilakukan ekskavasi, tim BPCB menemukan beberapa temuan baru selain struktur batu bata kuno yang diduga sebagai talud atau penahan tanah.

Baca Juga: Meimura Bawa Ludruk Besutan ke Kampus, Sentil Eksploitasi Alam Mojokerto

"Target kita memang mengupas temuan struktur batu bata yang ditemukan pada bulan Juni. Hingga hari terakhir ini kami berhasil menambah 100 meter dengan total struktur batu bata 200 meter," kata Wicaksono di Situs Kumitir, Rabu (30/10/2019).

Ia menambahkan, dalam beberapa naskah Negara Kertagama dan Para Raton, Situs Kumitir disebut adalah tempat pendarmagaan.

Baca Juga: Angkat Isu Situs, Ludruk Besutan Bakal Masuk Kampus UNIM Mojokerto

"Di sini disebutkan Pendarmagaan Mahesa Cempaka atau Nara Sringamurti pada abad 13. Nara Sringamurti meninggal tahun 1286 kemudian di darmakan di Kumitir," ujarnya.

Masih kata Wicaksono, dari legenda Wargasari menceritakan bahwa perjalanan ke Majapahit disebutkan Kumitir, menyisiri Lebak Jabung kemudian menyisiri sisi timur dari Kota Majapahit yaitu Kumitir lalu menuju ke Lemah Tulis atau Siti Inggil.

Baca Juga: Pemugaran Sayap Barat Gedung Negara Grahadi Dimulai, Ini Harapan Khofifah

"Ini struktur batu bata ini diperkirakan sisi timur dari kedaton Majapahit. Kumitir ini sendiri, dulu pada masa Singosari sudah menjadi tempat pendarmagaan dari Mahesa Cempaka dan Wisnu Wardana pada abad 13 sebelum Trowulan menjadi kota Maharaja pada abad 14," pungkasnya.

Editor : Sandhi Nurhartanto
Berita Terbaru

Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Tema "Aku Arek Suroboyo" dipilih untuk menegaskan identitas Bung Karno sebagai putra daerah yang tumbuh dan ditempa di Surabaya sebelum menjadi tokoh besar Indonesia.

1.232 Atlet Taekwondo Bertarung di Ksatria Nusantara PBTI Series Kediri

Para atlet diharapkan dapat menjadi bibit-bibit terbaik Indonesia yang akan mewakili bangsa pada berbagai ajang internasional.

Menkop Bantah Isu Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih, Sempat Viral di Kediri

Menkop Ferry menargetkan seluruh bangunan Koperasi Merah Putih, gerai usaha, serta fasilitas pendukung koperasi desa dapat selesai pada Agustus mendatang.

Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

“Saya berharap dari stadion (Brawijaya) ini akan lahir pemain-pemain handal yang nantinya bisa memperkuat Indonesia," kata Anwar Sadad.

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.