Kamis, 18 Jun 2026 21:34 WIB

ACT Latih Tanggap Bencana dan Galang Kepedulian Bersama Siswa SMP

  • Penulis : Advertorial
  • | Selasa, 29 Okt 2019 16:35 WIB
Pelatihan Mitigasi Bencana di SMP Labshool Unesa oleh ACT Jatim
Pelatihan Mitigasi Bencana di SMP Labshool Unesa oleh ACT Jatim

jatimnow.com - Tanggal 28 Oktober 1928, dalam Sumpah Pemuda yang digaungkan mempunyai nilai yang disepakati adalah berbangsa, bertanah air dan berbahasa kesatuan Indonesia.

Dari nilai-nilai tersebut ada semangat berbangsa yang menumbuhkan semangat kepedulian untuk saudara sebangsa yang baru saja terdampak bencana.

Baca Juga: RSUD dr Iskak Tulungagung Gelar Simulasi Penanganan Bencana dan Kegawatdaruratan

Gempa yang melanda Maluku beberapa waktu lalu menjadi perhatian tersendiri bagi siswa-siswi SMP Labschool Unesa.

ACT bersama SMP Labschool Unesa Lidah Wetan melakukan galang kepedulian bagi saudara sebangsa yang terdampak bencana gempa di Ambon, di sela penyelenggaraan Pelatihan Mitigasi Bencana.

Mitigasi bencana ini merupakan program humanity day yang ditawarkan ke sekolah untuk mengedukasi masyarakat pentingnya siap siaga hadapi bencana.

Mitigasi bencana juga sangat dibutuhkan mengingat Indonesia memiliki potensi bencana yang tinggi sehingga diperlukan generasi yang tanggap bencana.

Baca Juga: Alumnus ITS Jadi Profesor di Inggris, Gunakan Digital Twins Selamatkan Nyawa

"Pelatihan mitigasi bencana dalam program humanity day dari ACT berkomitmen untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya kesiap siagaan saat hadapi bencana sehingga dapat meminimalisir dampak yang tidak kita inginkan saat terjadinya bencana," kata Wahyu Sulistianto Putro, Kepala Cabang ACT Jatim dalam rilis yang diterima redaksi, Selasa (29/10/2019).

"Kami juga membuka kesempatan bagi beberapa sekolah atau lembaga yang ingin berkolaborasi mengadakan program Humanity Day bisa juga menghubungi tim Aksi Cepat Tanggap Jatim," tambahnya.

Baca Juga: Potensi Bencana Alam Trenggalek, Pemerintah Pasang EWS dan CCTV

Ditemui saat kegiatan pelatihan, Kepala SMP Labschool Unesa Lidah Wetan, Qurrota Ayunin, menyatakan pelatihan mitigasi bencana belum masuk dalam kurikulum pendidikan sehingga diperlukan kolaborasi dengan berbagai pihak.

"Bersama ACT kita selenggarakan pelatihan mitigasi bencana, sebagai bekal bagi siswa-siswi dalam menghadapi bencana, selain itu kita juga menggalang bantuan untuk saudara sebangsa yang sedang terdampak bencana," ujar Ayunin.

Pada kegiatan ini tim ACT didukung oleh relawan dari MRI Surabaya yang memiliki sertifikat pelatih tanggap bencana, sehingga menguasai dibidangnya. Siswa –siswi juga tampak antusias mendengarkan materi tentang mitigasi bencana.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.