Selasa, 16 Jun 2026 04:58 WIB

PSMP Dilarang Bermain 3 Tahun, Suporter Tuntut Presiden Klub Mundur

Aksi protes para suporter PSMP di Kantor KONI Kabupaten Mojokerto
Aksi protes para suporter PSMP di Kantor KONI Kabupaten Mojokerto

jatimnow.com - Ratusan suporter Persatuan Sepakbola Mojokerto Putra (PSMP) mendatangi Kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Mojokerto, Senin (28/10/2019). Mereka menuntut manajemen PSMP dibubarkan dan Presiden PSMP segera mundur.

Para suporter itu mengatasnamakan dirinya Aliansi Suporter Pecinta Sepakbola Mojokerto. Mereka meluruk Kantor KONI untuk mempertanyakan pertanggungjawaban presiden dan manajemen PSMP atas hukuman tidak boleh berlaga selama 3 tahun dari Komisi Disiplin Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (Komdis PSSI), yang dijatuhkan kepada PSMP.

Baca Juga: Valentina Imelda, Motor Serangan Tim Bola Putra Kancil Mas di Dandim Cup Kediri U12

"Mana pertanggungjawaban manajemen setelah tim kebanggaan kami dihukum tidak boleh bermain tiga tahun oleh PSSI. Kami tahu setelah manajemen melakukan banding usai dihukum satu tahun, tapi setelah dihukum tiga tahun, tidak ada aksi membela lagi," kata koordinator aksi, Imam Leak.

Imam menambahkan, para suporter dari empat elemen suporter ini menuntut pembubaran manajemen dan pengunduran diri Ketua Umum PT Semangat Mojokerto Putra atau Presiden PSMP Firman Effendi.

"Kami ada tiga tuntutan. Pertama, tanggungjawab manajemen atas sanksi, mempertanyakan status kepemilikan PSMP serta pembelaan atas sanksi klub serta satu pemain Krisna Adi," paparnya.

Baca Juga: BRI Youth Champions League 2026 Cetak Talenta Muda

Sementara, Ketua Umum PT Semangat Mojokerto Putra atau Presiden PSMP Firman Effendi menjelaskan, dirinya dan manajemen sudah melakukan upaya-upaya untuk menyelamatkan PSMP dari sanksi yang diberikan Komdis PSSI.

"Kita sudah melakukan banding malah disanksi lebih berat. Setelah banding, tidak bisa kalau di statuta PSSI, kecuali nanti di Munas KLB PSSI 2 November, itu akan kami agendakan masalah ini. Monggo teman-teman suporter nanti ke PSSI pusat," tandasnya.

Baca Juga: Resmi! Surabaya Jadi Gerbang Timnas Mini Football ke Piala Dunia 2026

Komdis PSSI menjatuhi sanksi larangan tampil bagi PSMP di Liga 2 selama 3 tahun karena terlibat pengaturan skor atau match-fixing. Berdasarkan penyelidikan komite disiplin PSSI, PSMP terbukti melakukan praktik match-fixing pada Liga 2 tahun 2018.

Tidak hanya itu, pemain PSMP Krisna Adi Darma juga dijatuhi larangan beraktivitas dalam kegiatan sepakbola di lingkungan PSSI seumur hidup. Hukuman tiga tahun bagi PSMP itu dijatuhkan setelah dinyatakan bersalah dalam match fixing saat bermain dengan Aceh United.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.